AMBON, Siwalima.id - Satuan Brimob, Polda Maluku melalui Detasemen Gegana memusnahkan atau melakukan pendisposalan terhadap dua unexploded ordnance (UXO) atau bom militer yang belum meledak di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela, Kabupaten Tanimbar.
Seperti yang sebelumnya diberitakan, kedua UXO yang merupakan peninggalan Perang Dunia II itu ditemukan dalam kondisi masih aktif saat Tim Survei UXO Detasemen Gegana bersama pihak proyek melakukan penyisiran menggunakan mine detector di area PT INPEX.
UXO pertama ditemukan pada 7 September 2026 di sekitar patok 71 hingga 75. Setelah diperiksa, benda tersebut diketahui merupakan proyektil meriam Tipe 91 berdiameter 105 milimeter, panjang 427 milimeter, dan berat sekitar 15,90 kilogram.
Sementara UXO kedua ditemukan pada 16 September 2026 di sekitar patok 55 hingga 56. Benda tersebut juga merupakan proyektil meriam Tipe 91 long painted, dengan diameter 105 milimeter, panjang 501,70 milimeter, dan berat sekitar 15,70 kilogram.
Karena masih aktif, kedua UXO langsung diamankan dengan membuat perimeter dan memasang police line. Lokasi kemudian dijaga hingga tim Jibom Detasemen Gegana melaksanakan pendisposalan, Sabtu kemarin.
Dansat Brimob Polda Maluku, Kombes Tedy Purnanto dalam rilisnya melalui Humas Polda Maluku, Minggu (20/9) mengatakan,
Sebanyak 10 personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku dikerahkan untuk menangani kedua bom tersebut.
Unit Disposal Jibom bergerak menuju lokasi UXO pertama dan kedua setelah melaksanakan apel pengecekan di base camp.
"Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar tanpa korban maupun gangguan terhadap lingkungan sekitar,"katanya.
Ia menjelaskan, kondisi kedua UXO yang masih aktif membutuhkan penanganan dengan tingkat kehati-hatian tinggi dan sesuai prosedur keselamatan.
Survei UXO di kawasan PSN Blok Masela dilakukan untuk mendeteksi, memetakan, dan memitigasi potensi keberadaan amunisi atau bom sisa Perang Dunia II yang belum meledak di area darat (onshore).
Ditemukan Saat Survei Area Proyek
Karoops Polda Maluku, Kombes Monang Marudu Zonir Simanjuntak menambahkan, penanganan dua UXO tersebut merupakan bagian dari upaya Polri menjaga keamanan dan keselamatan kawasan yang menjadi bagian dari pembangunan strategis nasional.
"Polri memastikan setiap potensi ancaman terhadap keselamatan dapat dideteksi dan ditangani secara cepat, tepat dan profesional," kata Monang.
Menurut dia, temuan UXO peninggalan perang yang masih aktif menunjukkan pentingnya survei dan mitigasi secara sistematis sebelum maupun selama kegiatan pembangunan.
Polri, kata dia, akan terus memperkuat koordinasi dengan pengelola proyek dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan aspek keamanan berjalan beriringan dengan pembangunan.
Perwakilan Security INPEX Masela, Fachry Noviar Singka, Senior Specialist Security & Emergency Response, turut terlibat dalam perencanaan survei dan kegiatan pendisposalan kedua UXO tersebut.
Pembangunan LNG Abadi Masela sendiri telah memasuki tahap pembangunan fisik. Proyek tersebut merupakan salah satu PSN yang diharapkan berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional serta pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Tanimbar dan Maluku.(S-25)