AMBON, Siwalima.id - Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan menegaskan, akan menindak tegas petugas yang meminta uang dari masyarakat ketika menyuplai bantuan air bersih.
BPBD tidak pernah menetapkan pungutan Rp 150 ribu kepada warga untuk mendapatkan bantuan distribusi air bersih bagi warga yang mengalami dampak kemarau panjang.
“Masyarakat yang membutuhkan air cukup menyampaikan permintaan kepada petugas. Selanjutnya, BPBD akan menindaklanjuti dengan mengirimkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki,” ujarnya
Frits bahkan menegaskan, akan memberikan tindakan tegas jika ada petugas BPBD yang kedapatan meminta uang kepada masyarakat saat mendistribusikan bantuan air bersih.
“Ketika kita turun, masyarakat bilang, ‘Pak, boleh kita satu dua tangki air ?’ Kita drop. Tapi sepanjang ada masyarakat yang datang lalu minta drop air, kemudian kita minta bayar 150 ribu, itu tidak pernah,” kata Frits kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Minggu (20/9).
Dikatakan pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan lap-oran masyarakat maupun informasi dari perangkat pemerintahan di tingkat bawah, seperti RT, raja dan lurah. “Kalau ada petugas yang minta uang, akan kita tegur dan tindak tegas. Tidak kasih ampun,” tegasnya.
Dirinya meminta kepada masyarakat untuk melapor apabila ada petugas di lapangan yang meminta uang dari masyarakat ketika proses pendistribusian air bersih.
“Kita dapat info dari RT, raja atau dari masyarakat di situ. Mereka tahu kita punya nomor pengaduan, lalu mereka hubungi. Setelah itu kita turun langsung,” jelasnya.
BPBD juga memiliki data dan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami krisis air. Data tersebut kemudian diverifikasi kembali untuk memastikan kondisi warga sebelum bantuan dikirim.
Sejak sebelum memasuki musim panas, pihaknya telah melakukan survei ke sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami kekurangan air.
“Kita ada survei beberapa waktu lalu, sebelum musim panas. Dari April-Mei kita turun ke lokasi yang kita drop air. Kita turun ke bapak raja dan lurah, kita tanyakan apakah ada informasi dari RT atau masyarakat terkait mereka kekurangan air,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Kota Ambon juga bekerja sama dengan Perumdam Tirta Yapono.
Menurutnya, air yang digunakan untuk membantu masyarakat tersebut diberikan secara gratis oleh Perumdam. “Sudah kerja sama dengan PDAM. Jadi mau siang, tengah malam, subuh, masyarakat butuh air, kita datang ambil air dan langsung kita salurkan ke masyarakat. PDAM kasih air untuk kita gratis, sesuai dengan permintaan masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, BPBD Kota Ambon juga mendapat permintaan dari Balai Prasarana untuk membantu pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air.
Pihaknya juga telah memiliki peta wilayah yang mengalami atau berpotensi mengalami krisis air. Namun, sebelum melakukan distribusi, kondisi di lapangan akan kembali dikonfirmasi kepada RT maupun perangkat pemerintahan setempat.
“Kita punya peta untuk krisis air itu sudah ada. Kita sudah siapkan titik-titik air. Tinggal kita cek lagi ke RT-RT yang sudah ada nomor kontak, apakah mereka saat ini masih krisis air atau tidak,” katanya.
Jika hasil pengukuran menunjukkan warga masih mengalami kekurangan air, BPBD akan segera mengirimkan bantuan.
“Kalau krisis, langsung kita drop air. Kalau mereka bilang masih ada, kita standby saja,” janjinya. (S-30)