AMBON, Siwalimanews – Rencana Pemprov MaÂluku menyiapkan anggaÂran Rp 100 milyar untuk menangani dampak soÂsial ekonomi akibat Covid-19 diberikan apresiasi oleh masyarakat. Namun berbagai kalangan meÂngingatkan agar bantuan yang diberikan nantinya tetap sasaran.
Pendataan warga yang menjadi sasaran pemÂberian bantuan menjadi hal yang sangat penting.
âKalaupun memang Pemda Maluku ingin beÂrikan stimulasi kepada masyarakat yang merasakan langsung secara ekonomi untuk bertahan hidup, maka diidentifikasi dulu karena menjadi bagian penÂting terkait dengan siapa dan berapa jumlah agar bantuan sesuai dengan peruntukannya,â kata akademisi FISIP UKIM, MarÂthen Maspaitella, kepada Siwalima, Jumat (3/4).
Menurutnya, bantuan harus diberikan secara merata dan adil, tentunya dengan memperhatikan kemampuan atau kekuatan anggaran daerah.
âKalau soal data, saya kira proses penjangkauannya harus adil dan merata agar tepat sasaran,â ujarnya.
Akademisi FISIP Unpatti, Said Lestaluhu juga mengatakan, masyarakat yang menjadi sasaran diberikan bantuan harus betul-betul diverifikasi secara baik, sehingga tidak salah sasaran. âJangan sampai ada yang sengaja menggunakan kesempatan ini untuk menyalahgunakan bantuan,â ujarnya.
Lestaluhu juga meminta gubernur mengawasi proses distribusi bantuan itu, agar bisa tepat sasaran.
Minta Transparan
Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon, Almindes Valentino Syauta mengharapkan, ada transparansi dalam pengelolaan anggaran.
âJadi memang harus ada asas transparansi, tidak berburuk sangka, namun diharapkan transparan,â ujarnya.
Syauta juga berharap, pendataan terhadap warga penerima bantuan harus dilakukan secara tepat.
âHal ini agar penyampaian bantuan pun tepat sasaran pada masyarakat yang membutuhkan,â ujarnya lagi.
Ia mengatakan, pengawasan juga harus dilakukan dengam baik, sehingga tidak ada nepotisme dalam pemberian bantuan. âJangan sampai salah sasaran dan terjadi nepotisme,â tandas Syauta.
Hal yang sama juga disamÂpaikan Ketua Umum HMI Cabang Ambon, Mizwar Tomagola.
âKami harap bantuan itu haruslah tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan,â kata Tomagola.
Selain itu, agar tepat sasaran, ia meminta data penerima program bantuan harus valid. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.
Warga Kota Ambon meminta agar Pemprov Maluku secepatnya merealisasikan bantuan itu.
Ecy, salah satu tukang ojek di Passo Air besar mengungkapÂkan, sangat mengalami kesulitan dalam kondisi seperti ini.
âSetengah mati karena saat ini mancari pendapatan paleng sulit dibandingkan sebelumnya. Jadi satu hari untuk dapat 20 ribu saja sulit, semoga bantuan yang dijanjikan pemprov bisa cepat direalisasi,â kata Ecy.
Begitu juga diungkapkan Mese Papilaya. Pria berusia 40 tahun ini mengaku, saat ini sulit mendapatkan penumpang.
âMudahan-mudahan bantuan itu segara dibagikan, dan diharapkan dilakukan secara adil,â ujarnya.
Harapan yang sama disampaikan sejumlah sopir angkot. Faisal, Sopir Angkot Tantui menyampaikan terima kasih, kalau pemprov akan memberikan bantuan, karena Covid-19 sangat berdampak pada pekerjaannya. âUang stor satu hari 200 ribu, kita mau dapat untuk isi minyak saja dengan susah,â ujarnya.
Tukang becak, Dominggus Tabaleku mengaku, sebelum virus corona muncul ia mendapatkan minimal 100 ribu setiap hari. Namun saat ini hanya 20 ribu rupiah.
âKita memang sangat menghaÂrapkan bantuan pemerintah dengan kondisi saat ini,â ujarnya. (Mg-4/Mg-6/Mg-2/Mg-5)