AMBON, Siwalimanews – Jembatan Wai Besi VI terletak pada ruas jalan Trans Seram tepatnya di km 89 dari arah Masohi menjuku ke Seram Bagian Timur ambruk pada Minggu (21/9).
Aktivitas masyarakat yang akan ke Kota Masohi atau sebaliknya terganggu.
Menyingkapi masalah tersebut, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Maluku Yana Astuti bersama dengan Kasatker II BPJN dan rombongan langsung turun ke lokasi.
Kasatker II BPJN Toce Leuwol dalam rilis yang diterima Siwalima, Senin (22/9) memastikan pihaknya akan segera melakukan perbaikan.
Ia mengaku kalau Jembatan Wai Besi sudah berusia tua yang dibangun Pemerintah Provinsi Maluku tahun 2001.
âItu berarti usia jembatan sudah 24 tahun sehingga sangat rawan dilewati oleh kendaraan yang bermuatan atau dengan beban yang lebih,â terangnya.
Ia mengaku salah satu penyebab ambruknya jembatan yang berusia tua ini termasuk Wai Besi VI adalah kendaraan angkutan logistik membawa hasil perkebunan seperti sawit yang mempunyai kecenderungan beban berlebihan yang melewati jembatan.
Setelah meninjau lokasi, pihaknya sedang mempersiapkan mobilisasi alat berat dan rangka Bailey untuk dibangun jembatan darurat.
âKami ingin arus transportasi bisa normal kembali,â ungkapnya.
Penyebab lain ambruknya jembatan ini akibat hujan dengan intensitas lebat serta gempa bumi pada Sabtu, 20 September.
âIni turut memicu kerusakan pada jembatan Wai Besi VI ini,â tandasnya.
Dengan usia jembatan yang sudah berumur 24 tahun ini, maka getaran gempa bumi tersebut memicu kerusakan pada dua sisi oprit jembatan sehingga terjadi keruntuhan.
Ditambahkan, kehadiran Kepala BPJN Maluku di lokasi untuk memastikan agar penanganan jembatan darurat bisa secepatnya diselesaikan agar transportasi bisa normal kembali.(S-27)