AMBON, Siwalima.id - Wakil Walikota Ambon, Ely Toisutta meminta kepada puluhan calon PNS yang mengikuti pelatihan dasar untuk tidak lagi bekerja dengan pola lama.
Untuk itu para peserta diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tuntutan birokrasi yang semakin modern.
“Di tengah dinamika zaman dan tuntutan birokrasi yang semakin modern, seorang ASN tidak lagi bisa bekerja dengan cara-cara lama,” tegasnya ketika membuka Latsar CPNS di Balai Diklat Provinsi pada BPSDM Maluku, Selasa (15/9).
Dikatakan para CPNS yang terpilih telah melewati proses seleksi dan kini memiliki tanggung jawab sebagai calon aparatur negara.
Menurutnya, Latsar tidak boleh dipandang sekadar sebagai tahapan administratif untuk menjadi PNS.
“Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan integritas, disiplin, kompetensi, dan karakter sebagai pelayan masyarakat,” terang wawali.
Latsar katanya bukan hanya sekedar persyaratan administratif untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil sepenuhnya, tetapi merupakan kawah candradimuka tempat pembentukan integritas, disiplin, kompetensi, dan karakter dasar sebagai pelayan masyarakat.
Untuk itu para CPNS diingatkan agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tuntutan birokrasi yang semakin modern.
Para CPNS juga dituntut menjadi birokrat yang lincah, adaptif, berorientasi pada hasil, serta tetap berpegang pada nilai dasar ASN yang berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif.
Selain nilai ia meminta peserta menjadikan Latsar sebagai momentum memperkuat semangat bela negara.
“Bagi ASN, bela negara tidak selalu diwujudkan melalui perjuangan di medan perang. Sikap tersebut dapat ditunjukkan melalui kedisiplinan, menjaga persatuan, profesionalisme, serta dedikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.
Menurutnya, ASN harus mampu menunjukkan kontribusi nyata melalui pekerjaan dan pelayanan kepada warga Kota Ambon.
Ia mendorong para CPNS menyerap pengetahuan dari para widyaiswara, membangun jejaring dan kekompakan, menjaga kesehatan, serta menunjukkan sikap dan perilaku yang dapat menjadi teladan.
“Manfaatkan satu Minggu masa pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Serap ilmu sebanyak-banyaknya dari para widyaiswara, bangun jejaring dan kekompakan sesama peserta, jaga kesehatan, serta tunjukkan sikap dan perilaku teladan,” pesannya.(S-30)