SIWALIMA.id > Berita
Pemerintah Kota Ambon , Suplemen | Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 15:55 WIT
Wawali Luncurkan Sadar IVA, Ajak Perempuan Berani Deteksi Dini Kanker Serviks

WAKIL Walikota Ambon, Ely Toisutta, mendukung peluncuran proyek perubahan Sadar IVA yang digagas Dinas Kesehatan Kota Ambon untuk meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya de­teksi dini kanker serviks.

Dukungan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Launching dan Talkshow Proyek Perubahan Sempe IVA (Sadar, Ajak, Edukasi, dan Mau Periksa IVA) di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (29/10)

Program yang digagas Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan Norimana tersebut bertujuan memberdayakan perempuan melalui edukasi dan peningkatan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan ke­sehatan reproduksi sejak dini.

Wawali  menegaskan, kesehatan perempuan merupakan investasi penting bagi masa depan keluarga dan masyarakat. Karena itu, upaya pencegahan kanker serviks membu­tuhkan dukungan pemerintah, te­naga kesehatan, organisasi perem­puan, keluarga, serta masyarakat.

Menurutnya, kanker serviks perlu mendapat perhatian serius karena penyakit tersebut dapat berkem­bang tanpa menunjukkan gejala pada ta­hap awal. Kondisi ini membuat deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengetahui risiko dan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis.

Pemeriksaan melalui metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) maupun tes HPV DNA dapat dimanfaatkan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Namun, peningkatan kesadaran masyarakat tidak cukup hanya dengan menyediakan layanan peme­riksaan. Rasa takut, malu, keter­batasan informasi, dan anggapan bahwa pemeriksaan kesehatan re­produksi merupakan hal tabu masih menjadi tantangan.

Ia mengajak perempuan agar tidak menunda pemeriksaan dan lebih peduli terhadap kesehatan diri.

Ia juga meminta kader PKK, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan ber­peran aktif menyampaikan infor­masi yang benar, memberikan edu­kasi secara santun, serta mendam­pingi perempuan agar berani me­manfaatkan layanan kesehatan.

Pelayanan, lanjutnya, harus di­lakukan secara profesional dengan tetap menjaga privasi dan kenya­manan pasien.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, turut mengajak perempuan untuk tidak takut menjalani pemeriksaan kese­hatan reproduksi.

Ia mengatakan, perempuan sering kali lebih mengutamakan kebutuhan keluarga dibandingkan kesehatan dirinya sendiri. Padahal, menjaga kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap keluarga.

“Menjaga kesehatan diri bukan­lah bentuk egoisme. Menjaga kese­hatan diri adalah bagian dari tang­gung jawab kita terhadap keluarga yang kita cintai,” ujarnya.

Ia menilai, rasa takut dan malu tidak boleh menjadi penghalang bagi perempuan untuk memperoleh infor­masi kesehatan yang benar.

Menurutnya, edukasi mengenai kanker serviks harus dilakukan se­cara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami manfaat deteksi dini dan tidak lagi menganggap pemeriksaan sebagai sesuatu yang memalukan.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan kader PKK dan Pos­yandu dalam menyebarluaskan in­for­masi kesehatan hingga ke tingkat keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Dengan jaringan yang dekat de­ngan masyarakat, para kader diha­rapkan dapat menjadi penggerak edukasi sekaligus pendamping bagi perempuan yang membutuhkan infor­masi dan akses pelayanan kesehatan.

Dirinya berharap kegiatan terse­but tidak berhenti setelah talkshow selesai, tetapi dilanjutkan melalui edukasi di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengajak keluarga, khu­susnya suami, untuk mendukung perempuan dalam menjaga kese­hatan dan melakukan pemeriksaan apabila diperlukan.

“Keluarga yang sehat dibangun melalui pengetahuan, kepedulian, kebiasaan yang baik, dan keputusan untuk bertanggung jawab,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Norimarna  me­ngatakan, Sempe IVA merupakan inovasi yang digagas bersama tim sebagai proyek perubahan dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemim­pinan Nasional (PKN) Tingkat II.

Ia menjelaskan, inovasi tersebut lahir dari pemikiran bahwa deteksi dini kanker serviks tidak cukup dilakukan dengan menyediakan layanan kesehatan. Diperlukan pula peningkatan kesadaran, edukasi, dan keberanian perempuan untuk menjalani pemeriksaan.

Melalui gerakan Sadar, Ajak, Edu­kasi, dan Mau Periksa IVA, perem­puan diharapkan semakin peduli terhadap kesehatan reproduksi, sa­ling mengajak melakukan pemerik­saan, serta memanfaatkan layanan IVA dan HPV DNA sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Kadis menegaskan, keberhasilan program membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerin­tah, tenaga kesehatan, organisasi perempuan, kader, keluarga, dan masyarakat.

Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai proyek perubahan dalam pelatihan, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi perempuan di Kota Ambon.

“Sebagai penggagas inovasi ini, saya bersama tim berkomitmen untuk mendorong agar Sempe IVA tidak berhenti sebagai proyek peru­bahan dalam pelatihan semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mem­berikan manfaat nyata bagi perem­puan di Kota Ambon,” ujarnya.

Kadis  juga mengajak seluruh pe­serta menjadi bagian dari gerakan tersebut dengan meneruskan pesan pentingnya deteksi dini kepada keluarga dan lingkungan masing-masing.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon, Wakil Walikota Ambon, Ketua TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, narasumber, serta para kader kesehatan atas dukungan terhadap upaya pencegahan kanker serviks.

Melalui peluncuran Sempe IVA, ia  berharap semakin banyak perem­puan memahami pentingnya peme­riksaan dini, berani mengakses pe­layanan kesehatan, dan memperoleh penanganan yang tepat. Kolaborasi lintas sektor diharap­kan mampu memperkuat pemberda­yaan perempuan sekaligus memba­ngun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan kanker serviks merupa­kan tanggung jawab bersama.(S-30)

BERITA TERKAIT