SIWALIMA.id > Berita
Membangun Maluku Barat Daya , Suplemen | Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 14:47 WIT
Aplikasi SIMAP MITAN di MBD Siap Digunakan

PEMERINTAH  Kabupaten Maluku Barat Daya meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Peme-taan Pangkalan Mitan (SIMAP MITAN) di Kabupaten MBD.

Peluncuran dilakukan oleh Sekretaris Daerah MBD, Eduard Davidz, didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (EKSDA) Setda MBD Imanuel Maupula, dalam rangkaian upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 98 tahun 2026 di lapangan upacara kantor Bupati MBD, Rabu (28/10).

Diketahui, SIMAP MITAN ini merupakan inovasi proyek perubahan yang digagas oleh Kabag Eksda MBD, Imanuel Maupula, dalam rangka meng­ikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan VIII pada Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia di Jakarta.

Kepala Bagian EKSDA MBD Imanuel Maupula, yang dikonfirmasi Siwalima, di ruang kerjanya, Rabu (28/10), mengaku maksud aplikasi SIMAP MITAN ini sebagai salah satu Sistem Informasi Pemetaan Pangkalan Mitan di Kabupaten MBD.

Pasalnya, selama ini titik-titik Mitan sebagai penyalur Mitan ke masyarakat belum ada peta digital yang bisa menjadi infor­-masi atau sebuah data di Peme­-rintah Daerah atau Pertamina.

“Misalnya di MBD kalau kita masuk di sistem ini langsung petanya muncul. Peta itu misalnya klik di Pulau Romang. Kalau Romang belum ada titik pangkalan berati itu belum ada. Dengan demikian maka masyarakat Romang belum menikmati harga Mitan sesuai HET. Jadi selama ini agen-egen lebih banyak membuka pangkalan di Moa. Sedangkan di satu sisi di Marsela, Wetang, Dawelor Dawera, Dai, Wetar Timur, Wetar Selatan dan Wetar Barat belum kebagian. Disinilah muncul disini mana yang sudah ada dan yang belum ada,” katanya.

Dengan demikian, kata Imanuel bahwa pengusaha BBM Mitan tidak bisa lagi mengikuti kemauan mereka. Karena titik-titik yang belum muncul dari sisi petanya itu rujukannya kesana.

“Kalau mau tambah lagi pangkalan Mitan disini berarti rujukannya harus dibuka ditempat-tempat yang belum ada pangkalan. Lalu ada banyak pengusaha yang mengajukan permohonan ke Pemda untuk menyurati Pertamina guna penambahan kuota. Lalu penambahan kuota kepada daerah-daerah yang titiknya sudah ada, tidak bisa dilayani. Ajukan permohonan untuk  daerah-daerah yang belum ada titik pangkalan, maka bisa terlayani,” ujar Imanuel.

Lanjutnya untuk admin dari Aplikasi ini dipegang oleh EKSDA MBD. Bisa diakses oleh masyarakat, pangkalan dan agen, tetapi untuk sementara kita uji coba dengan adminnya dipegang oleh EKSDA MBD.

“Setiap hari teman-teman pangkalan Mitan ini musti memberikan informasi Mitan yang masuk berapa sehingga menjadi evaluasi bagi Eksda bahwa nyata pangkalan A sudah habis, pangkalan B masih tinggal 1 ton, dan pangkalan C masih tinggal berapa liter. Disitu menjadi bahan evaluasi sehingga tidak lagi kita (EKSDA) meraba-raba bahwa mana yang ada dan tidak ada. Namun langsung kita dapat mengetahui dan berkomunikasi dengan agen dan Pertamina. Disamping itu juga lebih mempermudah EKSDA untuk pengawasan,” jelasnya.

Manfaat aplikasi ini adalah agar supaya masyarakat bisa mengakses dan mengetahui BBM Mitan berada di pangkalan dan agen mana serta didukung dengan Monev sehingga data bisa betul-betul akurat.(S-28)

BERITA TERKAIT