MENGHADAPI musim hujan, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengimbau kepada ayarakat kota Ambon untuk waspada terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.
Imbauan itu disampaikan Wattimena disela-sela pembukaan kegiatan SheHacks yang berlangsung di lantai 2 Aula Rektorat, Universitas Pattimura Ambon, Selasa kemarin.
âMenghadapi musim penghujan yang pada puncaknya pada bulan Juni, Juli dan Agustus maka Pemerintah Kota mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi hujan lebat mauoun angin kencang,âimbaunya.
Hal tersebut disampaikan Wattimena pasca terjadinya hujan lebat yang mengguyur Kota Ambon sehingga mengakibatkan banjir pada beberapa titik di Kota Ambon pada Senin (2/6).
âApabila ada hujan lebat mauoun angin kencang, hindarilah pohon-pohon besar, begitu juga masyarakat yang tiggal di bantaran kali harus waspada apabila ada hujan lebat. Jadi kita harus waspada terhadap kondisi saat ini, âjelasnya.
Ia juga meminta dukungan doa dari para pemuka agama agar masyarakat Kota Ambon bisa terhindar dari bencana.
Ia juga mengungkapkan, Pemkot Ambon telah menganalisis titik-titik banjir tahunan di kawasan Jalan Ay Patty dan Sam Ratulangi. Menurutnya, genangan di wilayah tersebut disebabkan kombinasi antara intensitas hujan tinggi dan air laut pasang.
âSaat kami cek, meski hujan sudah reda, saluran drainase masih penuh oleh air laut. Jadi ketika hujan deras dan air laut pasang, air tidak bisa mengalir ke laut. Inilah yang menyebabkan banjir,â jelasnya.
âIni baru memasuki bulan Juni. Karena itu, jauh sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sudah mengambil langkah antisipatif,â ujarnya.
Walikota menjelaskan, sejumlah upaya telah dilakukan untuk meminimalkan risiko bencana. Langkah tersebut antara lain berupa simulasi tanggap bencana, pembersihan drainase di seluruh wilayah kota, hingga penebangan 400 pohon yang dinilai berisiko tumbang.
âKita tidak bisa mengatur kondisi alam, tapi kita bisa menyiapkan diri dan tetap waspada,â tambahnya.
Bodewin mengingatkan masyaÂrakat untuk menghindari aktivitas di area berisiko tinggi seperti pohon besar, bantaran sungai, dan tebing curam, guna menghindari jatuhnya korban jiwa akibat bencana alam.
Wali kota menegaskan, pihaknya tidak sedang mencari pembenaran, melainkan menyampaikan kondisi objektif yang sudah ditinjau langsung di lapangan.
Ia juga menyoroti perilaku masÂyarakat yang membuang sampah sembarangan ke saluran air. BodeÂwin berharap masyarakat turut berÂperan dalam menjaga kebersihan draiÂnase agar air hujan dapat mengÂalir dengan lancar menuju Teluk Ambon. âPemerintah akan terus mencari solusi permanen, tapi kesaÂdaran masyarakat juga sangat penÂting. Jangan buang sampah di got, karena kalau tersumbat, hujan sedikit saja sudah bisa bikin banjir,â pungkasnya. (S-29)