PENJABAT Walikota Ambon, Bodewien M. Wattimena mengatakan, Pemerintah Kota Ambon turut memberi apresiasi dan mendukung dalam proses pembangunan. Sebab, pemerintah juga memiliki kepentingan dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.
âPemkot Ambon sangat koncern berniat untuk bagaimana memÂbangun pendidikan yang berkualiÂtas, agar anak â anak menjadi peneÂrus yang memiliki kompetensi dan kualitas yang baik, karena tugas ini tidak jauh berbeda dengan tugas Gereja,â ujarnya.
Wattimena menanÂdaskan, untuk tujuan itu, maka anak â anak SMTPI tidak bisa dilepasÂkan begita saja, namun harus dibina, dididik dan diasuh dengan baik, dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, salah satunya Gedung SMTPI.
âGedung yang repesentatif menjadi wadah membina generasi muda, tiang penopang Gereja. Kalau semua SMTPI miliki gedung, maka Pemkot tidak khawatir dengan pembinaan generasi muda sebagai modal bagi pembangunan kota ini,â harapnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pendeta E.T Maspaitella mengatakan, pendidikan Formal Gereja (PFG) dan Gedung Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) harus menjadi tempat pendidikan formal bagi anak secara utuh, yakni pendidikan yang turut melayani hak-hak anak, hak secara spritual, hak sosial, ekonomi, politik. Hal ini diperlukan agar anak-anak dapat bertumbuh sebagai generasi Kristen yang mampu mengatasi semua tantangan zaman.
âBerharap gedung ini kelak menjadi pusat bagi PFG, bukan saja di klasis, jemaat dan sektor saja, Â tetapi akan menjadi tempat pemoÂdelan PFG baik dalam penerapan kurikulum, pemodernan kurikulum, dan cara mengajar,serta keterseÂdiaan alat peraga penunjang proses belajar mengajar,â ungkap MasÂpaitella, dalam arahannya seusai Peletakan Batu Alasan PembanguÂnan Gedung SMTPI Sektor BetleÂhem Jemaat GPM Passo Anugerah Klasis Pulau Ambon Timur, Minggu (26/2).
Dikatakan, GPM saat ini tengah menata langkah menuju satu abad di tahun 2035, untuk itu ada satu aspek yang harus disiapkan menuju tahun Jubelium tersebut salah satunya adalah aspek pendidikan.
âAda banyak aspek yang kita kembangkan, menuju satu abad GPM, tapi yang utama adalah pendidikan GPM meliputi pendiÂdikan formal yang sesuai dengan peraturan pemerintah, dan penÂdidikan formal gereja, yaitu SMTPI dan katekisasi,â terangnya,
Maspaitella bersyukur bahwa dalam dua hari terakhir terdapat dua moment penting yang dilaksanakan terkait dengan pendidikan formal gereja, yakni peresmian Sitanala Learning Center yang berlokasi di Persekolahan Lentera, dan peleÂtakan batu alasan pembangunan Gedung SMTPI Sektor Betlehem Jemaat GPM Passo Anugerah.
âIni menjadi cara GPM dalam pembangunan sumber daya maÂnusia, yang menjadi generasi emas gereja, kita memastikan untuk melakukannya dengan penuh kesungguhan,â terang Maspaitella.
Dirinya berharap, pembangunan Gedung SMTPI akan dilaksanakan sebagai pekerjaan kudus yang membutuhkan topangan dari semua pihak baik dari dalam maupun diluar jemaat agar dapat diselesaikan pada waktunya.
Senada dengan itu, Ketua Panitia Pembangunan Gedung SMTPI sektor Betlehem, Dr. Fransina Latumahina dalam laporannya berharap pembangunan Gedung SMTPI dengan rancangan anggaran mendekati Rp 2 Milyar, dapat segera dilakukan, pasalnya sarana tersebut sangat dibutuhkan oleh anak â anak SM-TPI Â Sektor Betlehem, Jemaat Passo Anugerah, yang selama ini masih âmenumpangâ pada Rumah Dinas milik Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Maluku, dalam melaksanakan aktivitasnya. MengaÂwali seluruh proses peletakan batu alasan, dilakukan kebaktian yang dilayani oleh Anggota MPH, Pendeta Nancy Souisa/Gaspersz dan dilanjutkan dengan prosesi peletakan 25 buah batu alasan oleh para undangan dan perangkat pelayan dalam jemaat serta panitia.
Dalam moment ini, turut hadir dan memberikan dukungan doa dan dana untuk peletakan batu alasan pembangunan masing â masing Wakil Ketua DPRD Propinsi Maluku, Â Melkianus Sairdekut, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Jantje Wenno, Edyson Sarimanella, Anggota DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw, Â politisi Robby Gaspersz, Direktur AMO, Rony Loppies, Ketua Mollucan Ukelele, Nico Tulalessy, Guru Besar Fakultas Theologia UKIM Ambon,.A.M.L Batlajery, Kepala Divisi Kementerian Hukum dan HAM, perwakilan Bakamla RI, Kepala Biro Anak dan Remaja Sinode GPM,Pdt.V. TumaÂlang, Ibu Sekretaris Klasis Ambon Timur, Camat Baguala dan Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri Passo, serta para pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon. Mengakhiri seluruh rangkaian acara dilakukan peleÂlangan 12 buah tiang pembangunan dan berhasil mengkumpulkan anggaran mendekati 500 jutaan yang akan diperuntukan untuk pembangunan gedung SMTPI Sektor Betlehem Jemaat GPM Passo Anugerah. (S-08)