SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 14:45 WIT
Tunda Penerbangan, Penumpang Lion Air Protes

AMBON, Siwalima.id - Penumpang pesawat Lion Air tujuan Ambon-Na­bire, melakukan aksi protes ke kantor maskapai pener­bangan itu, di Bandara Patti­mura Ambon.

Bagaimana tidak, para penumpang yang seha­rusnya berangkat sejak Mi­nggu (4/10) tersebut, dibuat kecewa karena penerba­ngan mereka kembali di­tunda hingga Kamis (8/10). 

Kapolsek Kawasan Ban­dara Pattimura Ambon, AKP Jantje Serhalawan menye­but­kan, protes berlangsung di ruang check-in bandara pada, Selasa (6/10) sekitar pukul 14.30 WIT.

Untuk menjawab aksi para penumpang itu, maka dila­kukan pertemuan antara puluhan penumpang ini dengan pihak maskapai.

“Pertemuan ini digelar untuk mem­bahas penundaan penerba­ngan pesawat Batik Air dengan Nomor Penerbangan BTK 6170 ru­te Ambon-Nabire,” jelas Kapolsek.

Dalam pertemuan tersebut menurut kapolsek, pihak maskapai telah menjelaskan, bahwa pener­bangan ditunda karena gangguan cuaca dan kabut asap yang me­landa Kota Ambon, sejak Minggu (4/10).

Pihak maskapai mengakui, pe­nerbangan Ambon-Nabire yang tertunda sejak 4 Oktober dijad­walkan kembali beroperasi pada Kamis, (8/10). 

Namun, keputusan pihak mas­ka­pai ini, membuat para penum­pang kecewa, sebab mereka me­ngaku telah kehilangan waktu dan pekerjaan, hanya lantaran harus menunggu keberangkatan selama beberapa hari.

“Dalam pertemuan itu, para pe­numpang minta maskapai meng­ambil langkah lain, agar mereka dapat diberangkatkan ke Nabire lebih cepat,” beber kapolsek.

Para penumpang yang berjum­lah kurang lebih 98 orang ini me­nurut kapolsek, minta maskapai mengalihkan penerbangan atau menyediakan pesawat lain, ter­masuk pesawat Wings Air maupun penerbangan charter, sesuai dengan jumlah penumpang.

Selain itu, para penumpang juga minta kompensasi dan akomodasi selama masa penundaan pener­bangan, sebab mereka menilai mas­kapai belum memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi yang mereka alami.

“Dalam pertemuan tersebut juga, pihak maskapai pada awal­nya menyatakan tidak memberikan kompensasi maupun akomodasi kepada penumpang hingga jadwal penerbangan pada Kamis (8/10), bebernya .

Namun lanjut kapolsek, per­kembangan terbaru terjadi pada Selasa (6/10) malam, dimana pi­hak Lion Group kembali melaku­kan koordinasi dengan para pe­numpang di anjungan Bandara Pattimura Ambon.

Hasil dari koordinasi itu, pihak maskapai bersedia menanggung biaya penginapan bagi para penumpang di hotel yang berada di depan bandara.

Namun, tawaran tersebut ditolak para penumpang, sebab mereka me­milih tetap bermalam di anju­ngan Bandara Pattimura sambil me­nunggu kepastian keberangka­tan.

Para penumpang juga tetap minta agar mereka dapat dibe­rangkatkan menuju Nabire pada Rabu (7/10) pagi, namun berdasar­kan jadwal yang disampaikan pihak maskapai, tidak terdapat penerbangan Ambon-Nabire pada hari itu.

 “Para penumpang kemudian menyatakan akan melakukan aksi protes lagi, apabila tuntutan me­reka untuk diberangkatkan pada, Rabu (7/10) tidak dipenuhi,” papar kapolsek.

Bahkan menurut kapolsek, para penumpang ini mengancam akan melakukan aksi untuk mengga­nggu atau menggagalkan aktivitas kedatangan maupun keberang­katan pesawat di Bandara Pattimura.

Sebelumnya, para penumpang juga menyampaikan harapan agar gubernur, wagub dan sekda Ma­luku dapat mengambil kebijakan terkait persoalan tersebut. Mereka berharap ada solusi, sehingga dapat segera diberangkatkan ke Nabire tanpa harus menunggu hingga Kamis (8/10).

Sementara itu, situasi di Ban­da­ra Pattimura Ambon hingga Selasa (6/10) malam masih aman dan terkendali. Pengamanan dilakukan personel gabungan TNI AU dan Pol­sek Kawasan Bandara Patti­mura. Pengamanan ini dilaku­kan, untuk mengantisipasi terjadi­nya gangguan keamanan akibat aksi protes para penumpang.(S-25)

BERITA TERKAIT