AMBON, Siwalima.id - Penumpang pesawat Lion Air tujuan Ambon-Nabire, melakukan aksi protes ke kantor maskapai penerbangan itu, di Bandara Pattimura Ambon.
Bagaimana tidak, para penumpang yang seharusnya berangkat sejak Minggu (4/10) tersebut, dibuat kecewa karena penerbangan mereka kembali ditunda hingga Kamis (8/10).
Kapolsek Kawasan Bandara Pattimura Ambon, AKP Jantje Serhalawan menyebutkan, protes berlangsung di ruang check-in bandara pada, Selasa (6/10) sekitar pukul 14.30 WIT.
Untuk menjawab aksi para penumpang itu, maka dilakukan pertemuan antara puluhan penumpang ini dengan pihak maskapai.
“Pertemuan ini digelar untuk membahas penundaan penerbangan pesawat Batik Air dengan Nomor Penerbangan BTK 6170 rute Ambon-Nabire,” jelas Kapolsek.
Dalam pertemuan tersebut menurut kapolsek, pihak maskapai telah menjelaskan, bahwa penerbangan ditunda karena gangguan cuaca dan kabut asap yang melanda Kota Ambon, sejak Minggu (4/10).
Pihak maskapai mengakui, penerbangan Ambon-Nabire yang tertunda sejak 4 Oktober dijadwalkan kembali beroperasi pada Kamis, (8/10).
Namun, keputusan pihak maskapai ini, membuat para penumpang kecewa, sebab mereka mengaku telah kehilangan waktu dan pekerjaan, hanya lantaran harus menunggu keberangkatan selama beberapa hari.
“Dalam pertemuan itu, para penumpang minta maskapai mengambil langkah lain, agar mereka dapat diberangkatkan ke Nabire lebih cepat,” beber kapolsek.
Para penumpang yang berjumlah kurang lebih 98 orang ini menurut kapolsek, minta maskapai mengalihkan penerbangan atau menyediakan pesawat lain, termasuk pesawat Wings Air maupun penerbangan charter, sesuai dengan jumlah penumpang.
Selain itu, para penumpang juga minta kompensasi dan akomodasi selama masa penundaan penerbangan, sebab mereka menilai maskapai belum memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi yang mereka alami.
“Dalam pertemuan tersebut juga, pihak maskapai pada awalnya menyatakan tidak memberikan kompensasi maupun akomodasi kepada penumpang hingga jadwal penerbangan pada Kamis (8/10), bebernya .
Namun lanjut kapolsek, perkembangan terbaru terjadi pada Selasa (6/10) malam, dimana pihak Lion Group kembali melakukan koordinasi dengan para penumpang di anjungan Bandara Pattimura Ambon.
Hasil dari koordinasi itu, pihak maskapai bersedia menanggung biaya penginapan bagi para penumpang di hotel yang berada di depan bandara.
Namun, tawaran tersebut ditolak para penumpang, sebab mereka memilih tetap bermalam di anjungan Bandara Pattimura sambil menunggu kepastian keberangkatan.
Para penumpang juga tetap minta agar mereka dapat diberangkatkan menuju Nabire pada Rabu (7/10) pagi, namun berdasarkan jadwal yang disampaikan pihak maskapai, tidak terdapat penerbangan Ambon-Nabire pada hari itu.
“Para penumpang kemudian menyatakan akan melakukan aksi protes lagi, apabila tuntutan mereka untuk diberangkatkan pada, Rabu (7/10) tidak dipenuhi,” papar kapolsek.
Bahkan menurut kapolsek, para penumpang ini mengancam akan melakukan aksi untuk mengganggu atau menggagalkan aktivitas kedatangan maupun keberangkatan pesawat di Bandara Pattimura.
Sebelumnya, para penumpang juga menyampaikan harapan agar gubernur, wagub dan sekda Maluku dapat mengambil kebijakan terkait persoalan tersebut. Mereka berharap ada solusi, sehingga dapat segera diberangkatkan ke Nabire tanpa harus menunggu hingga Kamis (8/10).
Sementara itu, situasi di Bandara Pattimura Ambon hingga Selasa (6/10) malam masih aman dan terkendali. Pengamanan dilakukan personel gabungan TNI AU dan Polsek Kawasan Bandara Pattimura. Pengamanan ini dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan akibat aksi protes para penumpang.(S-25)