SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Selasa, 15 September 2026 pukul 14:01 WIT
Tolak Masuk SBB, Warga Samasuru Palang Jalan

MASOHI, Siwalima.id - Warga Negeri Sama­su­ru, Kecamatan Teluk Elpa­putih, Kabupaten Maluku Te­ngah, melakukan aksi pe­malangan jalan Lintas Seram yang menghubung­kan Kota Masohi dan Kai­ratu Kabupaten Seram Bagian Barat, Senin (14/9).

Aksi pemalangan yang dilakukan sekitar pukul 10.00 WIT dengan meng­gunakan batang pohon yang ditembang dan kemu­dian diduduki oleh ratusan warga. 

Alhasil arus lalu lintas dari Masohi menuju Kairatu begitupun sebalik­nya lumpuh total.

Warga Samasuru menu­tup akses jalan lintas sebagai ben­tuk penolakan terhadap rencana atau kebijakan pemerintah yang dinilai mengarah pada pengga­bungan Negeri Samasuru sebagai bagian dari wilayah administratif Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pasalnya, pengalihan status data pokok pendidikan (Dapodik) peserta didik anak-anak asal Sa­masuru di masukan ke dalam sis­tem Dapodik Pemerintah Kabupa­ten Seram Bagian Barat. Hal inilah yang kemudian memicu keresahan masyarakat, hingga berujung pada penutupan akses jalan utama di Pulau Seram tersebut.

Merespons aksi warga, Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawa­lata bersama perwakilan Peme­rintah Provinsi Maluku, Ketua DPRD Malteng, Herry Carli Hau­rissa, Kapolres Malteng AKBP Widi Irawan, serta sejumlah ang­gota DPRD Malteng turun langsung menemui masyarakat Samasuru.

Pertemuan berlangsung melalui dialog antara pemerintah dan masyarakat Samasuru. Dalam dialog itu, masyarakat menyampaikan aspirasi dan keberatan mereka ter­kait persoalan yang berkembang. Pemerintah juga memberikan penjelasan serta membuka ruang komunikasi untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.

Wabup menegaskan, persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat harus diselesaikan melalui komunikasi dan dialog, bukan dengan cara yang dapat memperluas persoalan.

“Pentingnya dialog guna men­jaga ketenangan dan mencari solusi bersama,” ucap wabup dalam pertemuan itu.

Menurut wabup, kepentingan masyarakat secara luas harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, setiap persoalan yang berkembang ditengah masyarakat perlu disikapi secara bijak melalui komunikasi yang konstruktif.

Pemerintah, tetap membuka ruang komunikasi dengan masya­rakat, sehingga setiap aspirasi dapat disampaikan dan dicarikan jalan keluar sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.

Akses Jalan Dibuka

Setelah berdialog sekaligus men­dengar aspirasi masyarakat masyarakat Samasuru  akhirnya membuka kembali akses Jalan Lintas Seram yang sebelumnya ditutup.

Dibukanya kembali akses jalan tersebut, membuat arus ken­daraan dan aktivitas masyarakat yang hendak menuju Masohidan Kairatu kembali berjalan normal.

Melihat akses jalan kembali berjalan normal, wabup mengap­re­siasi sikap masyarakat Sama­suru yang bersedia membuka kembali akses jalan setelah dila­kukan dialog bersama pemerintah dan unsur terkait.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, DPRD Maluku Tengah, TNI-Polri, serta seluruh elemen mas­yarakat yang ikut menjaga pro­ses komunikasi sehingga situasi tetap kondusif,” ucap wabup.

Menurut wabup, dibukanya kem­bali Jalan Lintas Seram menjadi langkah penting, guna memasti­kan mobilitas masyarakat, distri­busi barang dan jasa, serta akti­vitas sosial ekonomi tidak terganggu.

Jalan Lintas Seram merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Seram. Penutupan akses tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi kebutuhan di sejumlah wilayah.

“Karena itu, penyelesaian mela­lui dialog dinilai menjadi langkah konstruktif untuk menjaga keama­nan dan ketertiban, sekaligus me­mastikan aspirasi masyarakat Samasuru tetap mendapat ruang untuk diperjuangkan melalui jalur komunikasi dengan pemerintah,” ujar wabup.

Menurut wabup, Pemkab Maluku Tengah berharap, komunikasi yang telah terbangun bersama masyarakat Samasuru terus dijaga. Aspirasi warga selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.(S-17)

BERITA TERKAIT