MASOHI, Siwalima.id - Warga Negeri Samasuru, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, melakukan aksi pemalangan jalan Lintas Seram yang menghubungkan Kota Masohi dan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat, Senin (14/9).
Aksi pemalangan yang dilakukan sekitar pukul 10.00 WIT dengan menggunakan batang pohon yang ditembang dan kemudian diduduki oleh ratusan warga.
Alhasil arus lalu lintas dari Masohi menuju Kairatu begitupun sebaliknya lumpuh total.
Warga Samasuru menutup akses jalan lintas sebagai bentuk penolakan terhadap rencana atau kebijakan pemerintah yang dinilai mengarah pada penggabungan Negeri Samasuru sebagai bagian dari wilayah administratif Kabupaten Seram Bagian Barat.
Pasalnya, pengalihan status data pokok pendidikan (Dapodik) peserta didik anak-anak asal Samasuru di masukan ke dalam sistem Dapodik Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat. Hal inilah yang kemudian memicu keresahan masyarakat, hingga berujung pada penutupan akses jalan utama di Pulau Seram tersebut.
Merespons aksi warga, Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku, Ketua DPRD Malteng, Herry Carli Haurissa, Kapolres Malteng AKBP Widi Irawan, serta sejumlah anggota DPRD Malteng turun langsung menemui masyarakat Samasuru.
Pertemuan berlangsung melalui dialog antara pemerintah dan masyarakat Samasuru. Dalam dialog itu, masyarakat menyampaikan aspirasi dan keberatan mereka terkait persoalan yang berkembang. Pemerintah juga memberikan penjelasan serta membuka ruang komunikasi untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.
Wabup menegaskan, persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat harus diselesaikan melalui komunikasi dan dialog, bukan dengan cara yang dapat memperluas persoalan.
“Pentingnya dialog guna menjaga ketenangan dan mencari solusi bersama,” ucap wabup dalam pertemuan itu.
Menurut wabup, kepentingan masyarakat secara luas harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, setiap persoalan yang berkembang ditengah masyarakat perlu disikapi secara bijak melalui komunikasi yang konstruktif.
Pemerintah, tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, sehingga setiap aspirasi dapat disampaikan dan dicarikan jalan keluar sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.
Akses Jalan Dibuka
Setelah berdialog sekaligus mendengar aspirasi masyarakat masyarakat Samasuru akhirnya membuka kembali akses Jalan Lintas Seram yang sebelumnya ditutup.
Dibukanya kembali akses jalan tersebut, membuat arus kendaraan dan aktivitas masyarakat yang hendak menuju Masohidan Kairatu kembali berjalan normal.
Melihat akses jalan kembali berjalan normal, wabup mengapresiasi sikap masyarakat Samasuru yang bersedia membuka kembali akses jalan setelah dilakukan dialog bersama pemerintah dan unsur terkait.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, DPRD Maluku Tengah, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat yang ikut menjaga proses komunikasi sehingga situasi tetap kondusif,” ucap wabup.
Menurut wabup, dibukanya kembali Jalan Lintas Seram menjadi langkah penting, guna memastikan mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta aktivitas sosial ekonomi tidak terganggu.
Jalan Lintas Seram merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Seram. Penutupan akses tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi kebutuhan di sejumlah wilayah.
“Karena itu, penyelesaian melalui dialog dinilai menjadi langkah konstruktif untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat Samasuru tetap mendapat ruang untuk diperjuangkan melalui jalur komunikasi dengan pemerintah,” ujar wabup.
Menurut wabup, Pemkab Maluku Tengah berharap, komunikasi yang telah terbangun bersama masyarakat Samasuru terus dijaga. Aspirasi warga selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.(S-17)