AMBON, Siwalimanews –Â Jalan Trans Seram yang menghubungkan Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah sempat mengalami lumpuh, buntut aksi blokade jalan oleh Warga Seriholo, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Senin (15/9).
Aksi penutupan jalan dilakukan warga sekitar pukul 09.00 WIT sebagai bentuk protes atas penebangan pohon pala dan cengkih milik keluarga Dominggus Maateka. Tanaman tersebut ditebang orang tak dikenal (OTK) di Dusun Tekelatatui.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi dalam rilisnya menjelaskan, sedikitnya terdapat tujuh pohon yang ditebang terdiri atas satu pohon pala dan enam pohon cengkih.
âMenurut keterangan pemilik lahan, peristiwa penebangan terjadi sekitar pukul 05.30 WIT,â ujarnya.
Tidak terima dengan kejadian itu, warga kemudian memblokir jalan menggunakan batang pohon hasil tebangan. Mereka menuntut agar aparat segera menangkap pelaku.
Kapolsek Kairatu Timur bersama personel yang tiba di lokasi langsung melakukan mediasi dengan warga. Setelah dilakukan koordinasi, masyarakat akhirnya membuka blokade jalan pada pukul 11.30 WIT.
âArus lalu lintas sudah kembali normal dan situasi aman terkendali,â kata Rositah.
Saat ini, tim penyidik Satreskrim Polres SBB telah mendatangi lokasi, memasang garis polisi, dan melakukan penyelidikan. Kapolres SBB juga dijadwalkan bertemu dengan Camat Kairatu Timur serta raja dari dua desa bertetangga, Seriholo dan Hualoy, untuk mencegah berkembangnya isu provokatif.
Polda Maluku mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
âKami minta masyarakat menahan diri, jangan main hakim sendiri, dan percayakan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengusut kasus ini,â tegas Rositah.
Saat ini, pengamanan di lokasi melibatkan aparat gabungan dari Polsek Kairatu Timur, Polsek Kairatu, serta Satgas BKO 732 Kabaresi. Kondisi kamtibmas di Desa Seriholo dipastikan aman terkendali.(S-25)