AMBON, Siwalimanews – Keberadaan 23 ABK KM Mina Sejati yang masih misterius, mendorong Polda Maluku mengirimÂkan pasukan khuÂsus untuk mencari 23 ABK tersebut.
Jumlah personil yang dikirimkan ke Dobo, Kabupaten KepulauÂan Aru itu 22 orang dan meÂrupakan anggota pilihan yang dilatih secara khusus. MeÂreka dipimpin Wakil Direktur Kepolisian Air dan Udara (WaÂdirÂpolairud) Polda Maluku, AKBP Sigit. Jumlah itu terdiri dari 11 dari Polairud dan 11 dari Brimob Polda Maluku.
âPolda Maluku tadi pagi dengan menggunakan peÂsawat ke Dobo telah memÂbeÂrangkatkan 22 personil terdiri dari Polairud 11 orang dan Brimob 11 orang dipimpin Wadirpolairud, AKBP Sigit ke Aru untuk membantu Polres Aru dalam rangka pencarian terhadap 23 ABK yang dinyatakan hilang. Karena saat ini Polres Aru juga maÂsih melakukan pencarian terhadap 23 ABK yang dinyatakan hilang,â jelas Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat kepada Siwalima, Minggu (24/8)Â sore.
Harap KKP Bantu
Kapolres Kepulauan Aru, Adolf Bormasa meminta kepada KemenÂterian Kelautan dan Perikanan (KKP) dapat membantu melakukan pencarian KM Mina Sejati di laut Arafura.
âHal ini agar pengungkapan terÂjadinya tindak pidana hingga jaÂtuhÂnya korban meninggal dunia terbuka terang benderang, karena masih terjadi kejanggalan 23 ABK dari kaÂpal tersebut belum ditemukan,â ungÂkapnya.
Untuk saat ini, kata Bormasa, pihaknya baru memeriksa 11 ABK yang selamat, dan mengketahui awal kejaÂdian terjadinya perkelahian hingga jatuhÂnya korban jiwa .
âKita janji akan mengungkapkan secara terang benderang kejadian terjadinya proses pembunuhan di atas KM Mina Sejati tersebut, naÂmun kita juga akan melakukan peÂmeriksaan lanjutan di kapal tersebut.
Olehnya, kita mengharapkan adanya koordinasi yang masif baik Polres, Lanal Aru, Basarnas, mauÂpun pihak PSDKP agar kejadian ini dapat terungkap secara terbuka,â jelasnya.
BPJS Santuni Rp 3,5 M
Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BPJS Tenaga Kerja Tual, Dwi Wibowo mengatakan total santunan yang diberikan kepada korban KM Mina Sejati sebesar Rp. 3,5 miliar. Hal tersebut disamÂpaikan Dwi Wibowo kepada sejumlah wartawan Sabtu (24/8) di Dobo.
âSaat ini, satu korban yang mengalami luka pada bagian mata kita telah koordinasi dengan pihak RSUD Cenderawasih dan telah dirujuk pengobatan lanjut ke Jakarta, dan seluruh biaya mulai dari transÂportasi hingga pengobatan sampai sembuh semua biayanya BPJS KeÂtenagakerjaan yang menanggungÂnya,â jelas Wibowo.
Santunan BPJS Tenaga Kerja buÂkan saja untuk korban yang sudah ditemukan, yakni 13 ABK diantaraÂnya 2 ABK meninggal tersebut, tetapi bagi 23 ABK yang sampai saat ini belum ditemukan.
âUntuk ABK yang belum ditemuÂkan, kita akan terus memantau guna mendaÂpatkan laporan secara ril dari pihak perusahaan, kepolisian, Basarnas maupun pihak terkait lainnya,â tandas Wibowo.
23 ABK Hilang
Seperti diberitakan, Danlanal, Letkol Laut Sahatro SilaÂban mengaku, hasil penginÂtaian dan penggeledahan pihaknya, tidak ditemukan satu orang pun dalam KM Mina Sejati. Di dalam kapal itu terdapat 20 ABK dan 3 peÂlaku. Mereka hilang dan entah kemaÂna di lautan bebas tersebut. Dari jumlah 20 itu, lima meninggal dunia. Kini jazad 5 koban bersama ABK lain tidak ditemukan dalam Kapal KM Mina Sejati.
âTerkait dengan 20 korban lainnya yang tidak ditemukan atau hilang ditambah dengan 3 pelaku pembuÂnuhan hingga kini kami (Lanal Aru-red) menganggap prosesnya sudah selesai. Jadi, dari 20 korban itu terdapat 5 korban sudah meninggal. Mereka semua tidak kami temukan. Proses pencarian kami anggap seÂlesai,â jelasnya.
Tak Ada Muatan
Komandan KRI Teluk Lada-521 Letkol Laut (P) Gunawan Hutauruk, M.Tr mengatakan, muatan atau hasil tangkapan berupa cumi, tidak meÂngetahui keberadaannya. âKarena ruangan penyimpanan ketika digeÂledah kondisinya digembok dan tidak bisa dibuka, sehingga jumlah hasil tangkapan pun kami tidak tahu berapa banyak,â ujar Hutauruk.
Disebutkan, saat pertama kali KRI Teluk Lada-521 evakuasi 8 korban seÂlamat, kondisi KM. Mina Sejati sudah terendam 75 persen dengan kemiringÂan kapal 40 derajat. (S-25/S-32)