SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Rabu, 2 Juli 2025 pukul 15:48 WIT
Perawatan Pribadi Sumbang Inflasi Maluku

AMBON, Siwalimanews – Perawatan pribadi kembali sebagai penyumbang inflasi tertinggi di Maluku sebesar 6,22 persen.

Badan Pusat Statistik mencatat pada Juni 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Provinsi Maluku sebesar 1,88 persen dengan IHK sebesar 109,81.

Inflasi (y-on-y) tertinggi terjadi di Kabupaten Maluku Tengah sebesar 2,30 persen dengan IHK sebesar 108,00 dan terendah terjadi di Kota Ambon sebesar 1,62 persen dengan IHK sebesar 110,87.

“Inflasi  terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 9 indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,22 persen, kelompok kesehatan sebesar 5,77 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,65 persen,” jelas Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia dalam rilis yang diterima Siwalima, Selasa (1/7).

Selain itu juga kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang sebesar 2,95 persen,  kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,88 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,59 persen

Ia menyebut tingkat inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Maluku bulan Juni 2025 sebesar 0,97 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 2,64 persen.

Ekspor Maluku Naik

BPS juga mencatat nilai ekspor Maluku Januari–Mei 2025 mencapai US$18,01 juta atau naik 4,10 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$18,01 juta juga naik 4,19 persen.

“Nilai ekspor Maluku Mei 2025 mencapai US$5,94 juta atau naik 818,69 persen dibanding ekspor Mei 2024. Ekspor Mei 2025 seluruhnya berupa komoditi nonmigas,” terang Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia dalam rilis yang diterima Siwalima, Selasa (1/7).

Dikatakan ekspor nonmigas Januari–Mei 2025 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$14,92 juta, disusul Hongkong US$2,94 juta dengan  kontribusi keduanya mencapai 99,14 persen.

Sementara ekspor ke negara kawasan luar Asia yakni ke Amerika Serikat sebesar US$0,15 juta dengan kontribusi sebesar 0,86 persen.

Menurut pelabuhan muat, ekspor Maluku terbesar pada Januari–Mei 2025 dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso dengan nilai US$17,66 juta (98,09 persen), diikuti Pelabuhan Tual senilai US$0,34 juta (1,91 persen).

Sedangkan nilai impor Maluku Januari-Mei 2025 mencapai US$145,22 juta atau turun 17,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas juga turun 79,80 persen dari US$7,83 juta menjadi US$1,58 juta. “Nilai impor Maluku Mei 2025 mencapai US$28,42 juta, turun 6,03 persen dibandingkan Mei 2024,” jelasnya.

Dikatakan negara pemasok barang impor Maluku selama Januari-Mei 2025 adalah Singapura US$116,43 juta (80,17 persen), Malaysia US$27,21 juta (18,74 persen), dan Tiongkok US$1,58 juta (1,09 persen). Impor dari ASEAN US$143,64 juta (98,91 persen) dan Asia lainnya US$1,58 juta (1,09 persen).

Dengan begitu neraca perdagangan Maluku Januari-Mei 2025 mengalami defisit US$127,22 juta yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$16,43 juta, sementara sektor migas defisit senilai US$143,64 juta. (S-09)

BERITA TERKAIT