AMBON, Siwalima.id - Polda Maluku memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak yang terdampak konflik antar kampung Patahuwe-Lisabata di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Pendampingan melalui kegiatan Psychological First Aid (PFA) tersebut digelar di tenda pengungsian Desa Patahuwe, Selasa (22/9).
Kepala Biro SDM Polda Maluku, Kombes Dicky Irawan Kesuma mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan personel Polisi Wanita (Polwan) Polda Maluku, Polwan Polres SBB, serta personel Bagian Psikologi Biro SDM Polda Maluku.
Sebanyak 57 anak dari jenjang PAUD hingga SMA mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 10 anak PAUD, 30 siswa SD, 15 siswa SMP, dan dua siswa SMA.
Dalam kegiatan itu, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas, seperti relaksasi, Brain Gym, Touch for Health, dan permainan.
"Ini dilakukan untuk membantu anak mengurangi ketegangan, membangun interaksi positif, serta menciptakan suasana yang lebih nyaman selama berada di pengungsian,"ujarnya dalam rilis melalui Humas Polda Maluku, yang diterima Rabu (23/9).
Pada kesempatan itu, mereka juga membagikan makanan ringan kepada anak-anak.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah menulis harapan pada kertas sticky note untuk ditempelkan di "Pohon Harapan".
Sejumlah anak menuliskan keinginan mereka untuk kembali hidup aman dan berdamai dengan warga dari kampung Lisabata.
"Harap saya bisa melihat kita berdamai selalu dengan basudara Lisabata," tulis salah seorang anak.
Anak lainnya berharap keluarganya dapat segera kembali ke kampung halaman dan rumah mereka dibangun kembali.
"Harapan dari aku semoga kami semua bisa pulang ke kampung halaman dan semoga rumah kami bisa bangun kembali dan kita semua hidup dengan damai, Amin," tulisnya.
Ditinya mengatakan, pendampingan psikologis merupakan bagian dari upaya Polri memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak konflik.
"Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak, khususnya anak-anak, mendapatkan dukungan dan pendampingan agar mereka dapat melewati situasi ini dengan lebih tenang," katanya.
Menurut dia, PFA menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu memulihkan rasa aman dan membangun kembali kepercayaan diri anak-anak.
"Kita ingin anak-anak tetap memiliki ruang untuk bermain, belajar, berekspresi dan menyampaikan harapan," ujarnya.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan, penanganan konflik tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga pemulihan kondisi sosial dan kemanusiaan masyarakat terdampak.
"Harapan yang ditulis anak-anak Patahuwe menjadi pesan yang sangat berarti bahwa mereka ingin kembali ke rumah, hidup aman dan berdamai dengan basudara mereka," kata Rositah.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya menyatakan dukungannya terhadap upaya pemulihan masyarakat terdampak konflik, khususnya anak-anak yang membutuhkan rasa aman selama berada di lokasi pengungsian.(S-25)