BULA, Siwalima.id - Dikepung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur mulai melakukan pengukuran kualitas air minum.
Pengukuran kualitas air minum dilakukan tim dari Dinas kesehatan pada depot pengisian air isi ulang yang ada di Kota Bula dan sekitarnya.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten SBT, La Ludin menjelaskan, pengukuran dilakukan agar masyarakat aman mengkonsumsi air bersih.
“Kita mayoritas menggunakan air galon, jadi memang masyarakat harus bijak dalam memilih depot mana yang sudah sertifikat netizen sanitas,” terangnya dalam rilisnya, Jumat (9/10).
Ia menyebut akibat musim kemarau berkepanjangan membuat sebagian sumber air warga berkurang sehingga menjadi perhatian dari sisi kesehatan.
Kondisi sumber air yang menurun, khususnya sumur dan sumber air tanah dangkal, membuat kualitas air perlu mendapat pengawasan agar tetap aman digunakan masyarakat.
“Pengawasan yang kita lakukan ada dua, dari segi sarana air minumnya dan kualitas air rumah tangga,” jelasnya.
Proses pengujian juga dilakukan dinas kesehatan secara rutin setiap enam bulan di semua depot air isi ulang untuk memberikan rasa aman bagi konsumen.
Selain itu bagi depot yang tidak memiliki Surat Tanda Hasil Sertifikasi (STHS) pihaknya akan memberikan teguran. (S-27)