BUPATI Maluku Tengah, MuÂhamat Marasabessy mengÂapreasiasi positif tradisi pukul sapu di Negeri Mamala Kecamatan Leihitu KaÂbupaten Malteng.
Baginya acara pukul sapu 7 Syawal di Negeri Mamala itu adalah momentum persatuan serta meruÂpakan kearifan lokal yang kini telah mendunia. Karenanya aganda itu perlu dan terus dilestarikan.
âPukul sapu lidi adalah tradisi adat warisan para leluhur, yang merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Mamala, yang penuh dengan nilai-nilai luhur yang terus diwariskan dari generasi ke generasi melintasi waktu,â tandas Bupati.
Dikatakan, penyelenggaraan tradisi pukul sapu lidi merupakan wujud konsistensi masyarakat Mamala untuk melestarikan nilai-nilai luhur dalam kehidupan berÂbangsa dan bernegara.
âKonsistensi penyelenggaraan acara pukul sapu lidi ini merupakan sebuah komitmen moral masyarakat Mamala untuk terus melestarikan dan menjaga nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan nyata mereka baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara. Tradisi adat ini meruÂpakan simbol persatuan dan keÂbersamaan antarwarga Mamala, serta merupakan bentuk penghorÂmatan kepada leluhur kita yang telah menjaga, melestarikan dan meÂwariskan tradisi pukul sapu lidi ini,â jelasnya.

Bupati menambahkan, transforÂmasi ekonomi yang sedang dilaÂkukan pemerintah saat ini, menÂjadikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar strategis dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karenanya Pemerintah Daerah tentu meneÂmukan kearifan lokal yang dimiliki, yang mengandung nilai seni dan budaya, yang secara ekonomis bisa dikembangkan menjadi salah satu sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat.
âKedepannya saya berharap, agar acara pesta adat pukul sapu lidi ini, bisa didesain dalam sebuah konsep kolaborasi antara Pemerintah Negeri Mamala, Pemerintah Maluku Tengah dan Pemerintah Maluku, serta dukungan sektor swasta terkait agar, tidak saja nilai-nilai luhur yang ada sebagai representasi jiwa anak-anak Negeri Mamala ini tersampaikan ke masyarakat, sebagai kontribusinya kepada bangsa dan negara, tapi lebih dari itu menghadirkan pesta adat ini ke pentas budaya nasional, bahkan regional dan global yang memiliki nilai ekonomis untuk dikelolah secara professional,â pintanya.
Dari sanalah, tambah MarasaÂbessy, diharapkan terbuka peluang lahirnya kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya.
Lebih jauh Bupati menambahkan acara pukul sapu diharapkan dapat menjadi media untuk mempererat tali silahturahim dan kebersamaan antar warga Negeri Negeri di Jazirah Leihitu dan sekitarnya.
âTak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh maÂsyarakat Mamala yang telah memÂpersiapkan acara ini dengan baik dan menyambut kami dengan hangat. Menjadi tanggung jawab kita semua untuk melestarikan tradisi ini dan menjaganya dengan segenap jiwa dan raga kita, agar terus hidup di tengah derasnya arus perubahan zaman, sehingga dapat menjadi warisan budaya yang berharga bagi generasi yang akan datang. Saya memberikan apresiasi dan pengharÂgaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Raja Mamala, Saniri dan Panitia Pelaksana yang mampu mengorganisir kegiatan tahunan ini dengan baik, sehingga dapat dilaksanakan dengan meriah dan sukses,â tutup Bupati. (S-17)