SIWALIMA.id > Berita
Daerah , Headline | Senin, 8 September 2025 pukul 16:04 WIT
Mahasiswa Diajak Jaga Kondusifitas Maluku

AMBON, Siwalimanews – Badan Eksekutif Mahasiswa Nusan­tara Daerah Maluku, mengajak seluruh elemen mahasiswa agar menjaga kondusifitas di wilayah Maluku.

Ajakan ini disampaikan BEM Nu­santara Ma­luku, pasca se­le­sainya aksi de­mon­strasi yang di­gelar di Kota Ambon beberapa waktu lalu.

Koordinator Daerah BEM Nusantara Maluku Adam R Rahantan mengung­kapkan, aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa adalah, bagian dari tang­gung jawab moral untuk menyam­paikan aspirasi rakyat terhadap ber­bagai persoalan bangsa dan daerah.

Namun, setelah aksi selesai, maka tugas lebih besar menanti, yakni bagaimana semua elemen mas­yarakat dapat terus menjaga ke­amanan dan persaudaraan di Maluku.

“Kami ingin menegaskan, bah­wa perjuangan mahasiswa tidak berhenti di jalanan. Aksi yang berlangsung aman dan damai ha­nyalah satu episode dari perjala­nan panjang memperjuangkan keadilan sosial bagi rakyat. Pasca aksi, kita semua harus tetap bergandengan tangan untuk menjaga stabilitas, kondusifitas, dan kedamaian di Maluku,” ungkap Rahantan kepada Siwalima mela­lui telepon selulernya, Sabtu (6/9).

Rahantan menekankan, maha­sis­wa harus konsisten berjuang menyampaikan aspirasi tetapi dengan cara yang elegan, inte­lektual dan bermartabat, termasuk tidak terprovokasi oleh isu-isu murahan yang dapat memecah belah gerakan mahasiswa.

Menurutnya, Maluku merupakan tanah yang kaya akan kebera­gaman budaya, adat dan agama, maka tanggung jawab kaum mahasiswa, pemuda dan masya­rakat sangat penting menjaga kondusifitas sebab bila terus terjaga maka pembangunan dan kesejahteraan rakyat akan lebih mudah terwujud.

“Keamanan adalah syarat mutlak bagi pembangunan. Jika Maluku aman, maka investasi bisa masuk, pembangunan berjalan lan­car dan masyarakat bisa me­nikmati kesejahteraan. Sebaliknya jika kita lengah dan terjebak dalam konflik, maka yang rugi adalah kita semua. Karena itu, mari kita rawat Maluku sebagai rumah bersama yang damai,” ajak Rahantan.

Rahantan pun menyampaikan apresiasi kepada Polda Maluku yang telah mengawal aksi maha­siswa dengan sangat baik. Ke­hadiran aparat kepolisian yang humanis, persuasif, dan profesio­nal menjadi salah satu faktor utama, mengapa aksi berjalan aman, lancar dan damai.

“Kami memberikan penghar­gaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Maluku dan seluruh jajaran. Sejak awal hingga akhir, aparat keamanan mampu menga­wal aksi dengan pendekatan dialogis, bukan represif. Ini bukti bahwa polisi hadir sebagai peng­ayom rakyat, termasuk mahasiswa yang sedang menyuarakan aspi­rasi,” tandas Rahantan.

                                                                      Seruan Kebangsaan

Terpisah, gabungan OKP dan tokoh masyarakat, aparat kepoli­sian serta forkopimda menyerukan perdamaian lewat acara bertajuk Seruan Kebangsaan & Kedamaian dari Tanimbar untuk Indonesia.

Kegiatan yang dipusatkan di la­pangan upacara Mapolres Tanim­bar, Jumat (4/9) malam itu digagas oleh gabungan OKP dan maha­siswa yakni, KNPI, GMKI, GMNI, ALTAR BEM Unlesa dan DPMU Unlesa.

Ketua Tim Pelaksana Mezach Andre Luturmas menjelaskan, acara ini adalah kolaborasi pe­muda Tanimbar bersama semua elemen bangsa dengan konsep ritual simbolik.

“Dalam acara itu ada puisi, na­rasi, orasi, hingga deklarasi. Se­mua unsur Forkopimda, organi­sasi kepemudaan, mahasiswa, dan masyarakat hadir dalam semangat kebangsaan,” ujarnya.

Asisten III Setda Tanimbar Masela Hutabarat mengaku haru menyaksikan, bahwa Tanimbar adalah cerminan kecil dari Indonesia.

“Kita memiliki adat, agama, dan latar belakang yang berbeda, tetapi di tengah semua perbedaan itu, kita tetap satu keluarga besar,” ucap Masela.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Tanimbar Lorens Anggito, bahwa di ruang rakyat, sering berbeda pendapat, bahkan berdebat keras, namun akhirnya menemukan jalan tengah untuk kebaikan bersama.

“Itulah wajah sejati dari Bhinneka Tunggal Ika,” tutur Anggito.

Sementara itu, Kapolres Tanimbar AKBP Ayani mengaku, keamanan lahir dari rasa per­saudaraan. Bahkan ia percaya, keamanan dan kedamaian lahir dari hati yang bersatu.

“Saya ingin menitipkan pesan, jadilah polisi bagi diri sendiri, bagi keluarga dan bagi lingkungan sekitar,” pesan kapolres.

Pada puncak acara itu ditandai dengan pembacaan deklarasi oleh Ketua KNPI Tanimbar, Lukas Samangun dan sebagai simbol pemersatu, ia juga mengikatkan kain tenun kebesaran Tanimbar di kepala Kapolres.

“Kain tenun ini bukan sekadar hiasan, melainkan sebagai tanda, bahwa seluruh elemen masyarakat, dari pemerintah, aparat, akademisi, hingga tokoh agama dan pemuda, adalah satu keluarga besar. Kami ikat, bukan untuk memisahkan, melainkan untuk menyatukan,” jelas Samangun. (S-20/S-26)

BERITA TERKAIT