SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Senin, 14 September 2026 pukul 13:08 WIT
Kematian Fikran Heluth Diduga tak Wajar

AMBON, Siwalima - Keluarga Fikran Heluth, warga Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, meragukan kematian Fikran yang ditemukan dalam kondisi tergantung di kawasan Sapalatu, Kamis (27/8).

Kuasa Hukum, keluarga korban, yakni Abdul Safri Tuakia, Cs mengatakan, Fikran sebelumnya dinyatakan hilang setelah berangkat menuju lokasi tambang Gunung Tembaga, Senin (24/8).

Kata Tuakia mengatakan, pihak keluarga menemukan sejumlah kejanggalan dalam kematian Fikran dan meminta polisi melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

"Menurut keluarga, ada beberapa fakta dan kejanggalan yang perlu diteliti lebih lanjut," kata Abdul dalam keterangannya kepada wartawan, di Ambon, Minggu (13/9).

Abdul mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga, Fikran terakhir kali diantar seorang tukang ojek bernama Marlon menuju kawasan Sapalatu. Marlon adalah warga Luhu yang kesehariannya sebagai tukang ojek.

Sekitar pukul 09.30 WIT, Fikran diketahui sempat mampir ke sebuah kios milik Husnul Hidayah.

Di kios tersebut, Fikran membeli air mineral dan Pop Mie yang kemudian diseduh dengan air panas. Setelah itu, Fikran berjalan menuju Gunung Tembaga sambil membawa makanan dan minuman tersebut.

Setelah itu, keluarga memperoleh keterangan dari sejumlah saksi yang mengaku melihat beberapa orang berada di sekitar jalur dimana Fikran ditemukan gantung diri.

"Kami tidak mau mendahului proses penyidikan. Namun Nama-nama yang dicurigai dan keterangan saksi sudah kami sampaikan kepada kepolisian agar ditindaklanjuti," katanya.

Keraguan keluarga terhadap dugaan bunuh diri juga didasari kondisi Fikran yang disebut tidak memiliki masalah rumah tangga maupun persoalan lain dengan keluarga. (S-25)

BERITA TERKAIT