AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bertemu Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, guna mendorong akselerasi kesehatan di Provinsi Maluku.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemenkes, Jakarta (2/11) itu, gubernur memperjuangkan renovasi total terhadap RSUD dr M Haulussy serta 141 unit puskesmas terintegrasi pada tahun 2027 mendatang.
Gubernur kepada Siwalima.id melalui pesan WhatsApp, Selasa (3/11) mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Maluku terus berkomitmen untuk menghadirkan pemerataan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
"Sebagai gubernur, saya telah memohon kepada Kemenkes untuk membantu kita melakukan pembenahan terhadap RSUD Haulussy serta 141 puskesmas terintegrasi pada tahun 2027 nanti dan pak Wamenkes telah memberikan dukungan untuk apa yang kita usulkan tersebut," ucap gubernur.
Gubernur menilai, pengembangan fasilitas kesehatan wajib dilakukan secara terpadu, tepat sasaran dan selaras dengan karakteristik geografis kepulauan karena itu, dukungan Kemenkes untuk memberikan alokasi pembiayaan renovasi total dan besar-besaran RSUD Haulussy pada tahun 2027 menjadi penting.
Hal ini bertujuan, untuk menjadikan RSUD Haulussy sebagai rumah sakit rujukan utama berstandar unggul di wilayah Provinsi Maluku.
"Pertimbangan utama kita fokus pada RSUD Haulussy meliputi optimalisasi jaringan pelayanan bersama RSUD dr. Ishak Umarella sebagai pilar fasilitas penyangga, efisiensi jangkauan dengan jarak tempuh antar-rumah sakit sekitar 20 menit guna menghindari duplikasi pelayanan serta ketersediaan konsentrasi tenaga medis dan dokter spesialis yang sudah mapan sementara RSKD akan tetap difokuskan dan diperkuat perannya dalam pelayanan kesehatan jiwa," beber gubernur.
Gubernur menegaskan, keterbatasan fiskal serta besarnya kebutuhan layanan rujukan bagi masyarakat di wilayah kepulauan tentu membuat pemprov mengharapkan dukungan penuh Kementerian Kesehatan untuk memprioritaskan renovasi total RSUD Haulussy pada tahun 2027.
Selain RSUD Haulussy, gubernur memastikan, telah mengusulkan alokasi perbaikan untuk 141 unit Puskesmas terintegrasi yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku pada tahun 2027.
Pasalnya, berdasarkan data teknis hasil koordinasi dengan Kemenkes RI, rincian perbaikan tersebut mencakup 62 unit kategori rusak ringan, 38 unit kategori rusak sedang, serta 41 unit kategori rusak berat.
"Pembenahan infrastruktur dasar di tingkat kecamatan hingga pulau-pulau terluar ini sangat krusial demi menjaga konektivitas layanan kesehatan masyarakat agar tidak terkendala fasilitas yang rusak," papar gubernur.
Melalui sinergi erat bersama Kementerian Kesehatan RI, Gubernur optimis mutu layanan kesehatan dasar dan rujukan di 11 kabupaten/kota akan semakin meningkat, sehingga masyarakat dapat menikmati fasilitas kesehatan yang representatif, modern, tangguh, adil dan berstandar nasional. (S-20)