AMBON, Siwalimanews – Semenjak ditunjuk Mendagri dan dilantik oleh Gubernur Murad Ismail sebagai pemimpin di Kota Ambon Bodewin Wattimena, banyak perubahan yang capaian oleh kota dengan tajuk Manisee tersebut.
Sedikitnya ada 11 program prioriÂtas yang sebagian telah dilaksaÂnakan dan akan diselesaikan selama dirinya menjabat.
Dirinya mengaku kondisi birokrasi Pemkot Ambon memengaruhi kualiÂtas penyelenggaraan pemerintahan sehingga akan dilakukan konsoÂlidasi internal di kalangan ASN.
Selanjutnya, dirinya juga mengaÂtakan hasil pemeriksaan BPK PerÂwakilan Provinsi Maluku terhadap laporan keuangan tahun anggaran 2021 mendapatkan opini disclaimer.
âHal itu memberikan gambaran bahwa pengelolaan keuangan PemÂkot Ambon belum memenuhi standar pengelolaan keuangan yang baik,â tambah jelas walikota.
Olehnya itu Pemkot Ambon akan menjalin koordinasi dengan BPK Perwakilan Provinsi Maluku untuk mengambil langkah penataan manaÂjemen perencanaan daerah, pengeÂlolaan keuangan dan aset daerah, serta peningkatan fungsi aparat pengawas intern pemerintah (APIP).
Selanjutnya, tambah walikota, melakukan upaya peningkatan PAD dengan mengoptimalkan sumber pendapatan yang ada serta menggali potensi sumber PAD lain sesuai dengan ketentuan berlaku.
Pemkot Ambon masih menghadaÂpi persoalan penyelesaian utang pihak ketiga yang belum terselesaiÂkan. Selain itu, data angka kemiskiÂnan di Kota Ambon tahun 2021 terÂdapat lebih dari 23.000 jiwa atau 5,06 persen.
âHal ini akan menjadi catatan khusus prioritas kerja-kerja kami ke depan,â ungkapnya.
Kebijakan lain yang akan ditemÂpuh Bodewin selama menjabat seÂbagai Wali Kota ialah meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperÂbaiki layanan perizinan dan non-perizinan terintegrasi, serta menjaÂdikan Ambon sebagai kota bersih melalui peningkatan pengelolaan persampahan yang terukur.
Dia berharap masyarakat semakin nyaman untuk hidup dan tinggal di Kota Ambon. Dia juga akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi MaÂluku, khususnya terkait penangaÂnan bencana non-alam Covid-19.
Yang dilakukan dalam waktu dekat adalah melakukan evaluasi kerja ASN, termasuk para pimpinan OPD dijajarannya.
Disamping menjalankan tugas lainnya yang berkaitan dengan pelayana publik, serta memperbaiki yang masih kurang.
âBanyak hal yang harus dilaÂkuÂkan, dan dalam rangka itu, sejak awal 11 program prioritas itu disampaikan agar menjadi gambaran apa yang mau dilakukan di kota ini,â terangÂnya.
Dia mengaku 11 kebijakan itu yang nanti diukur berhasil atau tidak. Dan dalam kurung waktu itulah akan melakukan evaluasi, memperlajari sebenarnya ada persoalan apa yang masih terus diperbaiki di Kota ini.
âTujuannya untuk melakukan tugas yang sederhana itu,â tutur Wattimena dalam apel pagi yang berlangsung di Halaman Balai Kota, Senin (19/9).
Setelah melakukan evaluasi, dan menganalisa secara baik situaÂsi dan kondisi Pemkot Ambon meÂnurutnya ada beberapa hal yang tetap harus menjadi perhatian berÂsama, karena ternyata hal-hal yang masih belum dapat dilakukan deÂngan baik.
Yang terpenting, terkait dengan ASN, khususnya pegawai konÂtrak atau honor, yang harus lebih disiplin dalam bekerja. Disiplin meliputi seluruh aspek baik soal masuk kantor, bekerja, dan waktu pulang kantor yang tepat.
âKenapa ini harus diingatkan, karena dalam posisi apapun, kita harus ingat, bahwa kita bekerja untuk cari nafkah buat keluarga. Maka dari itu, kerjalah dengan sungguh-sungguh, supaya apa yang kita peroleh, jadi berkat,âucapÂnya.
Karena itu, lanjutnya, Pemerintah dalam tangung jawab untuk menilai dan mengevaluasi para pimpinÂan OPD, ia meminta agar tidak salah kaprah, jika ada yang ditegur, baik lisan maupun tulisan, karena itu bagian dari konsekuensi sebagai ASN.
âJadi kalau ada pimpinan dalam tangung jawab mengevaluasi, ada yang tidak lakukan tugas dengan baik, maka harus ditindak, karena itu saya tegaskan, soal disiplin. Apapun tujuan penyelenggaraan pemerintah hari ini, akan berhasil kalau kita didukung dengan ASN yang yang kerja sesuai dengan topoksinya dan dengan hati,â tandasnya. (S-25)