AMBON, Siwalima.id - DPRD meminta kepada pemerintah segera melakukan perbaikan sejumlah jembatan yang rusak parah baik di Maluku Tenggara maupun di Kabupaten Malteng.
Kerusakan parah dialami Jembatan Rumadian di Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara serta jembatan Desa Mamala dan Morela serta jembatan penghubung Desa Ureng.
“Pasalnya pasca ambruk Selasa, 11 Maret 2025 hingga kini jembatan rumadian hanya dilakukan penanganan darurat sementara masyarakat setempat membutuhkan jembatan yang permanen,” jelas Anggota DPRD Maluku, Soleman Letsoin kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Jumat (2/10).
Menurutnya, Jembatan Rumadian merupakan salah satu akses penghubung yang sangat penting bagi masyarakat setempat.
Penanganan jembatan secara darurat yang dilakukan kata Letsoin, hanya solusi untuk memastikan akses penghubung tidak lumpuh namun untuk jangka panjang dibutuhkan jembatan yang bersifat permanen.
“Untuk Jembatan Rumadian yang rusak pada tahun 2025 dan belum dilakukan penanganan secara permanen, kami minta ini menjadi perhatian serius Pemprov agar melakukan penanganan secara permanen,” ucap Letsoin.
Diakuinya saat ini Pemerintah Provinsi Maluku sementara berhadapan dengan kebijakan efisien yang berdampak pada fiskal daerah.
Untuk itu dirinya berharap di tahun depan ada kebijakan dari Pemprov Maluku untuk memprioritaskan penanganan jembatan tersebut secara permanen.
Apalagi dalam waktu dekat, ada skema pinjaman pemprov ke Bank Maluku-Malut.
Harus diarahkan pada program-program yang strategis salah satunya penanganan jembatan penghubung tersebut. Kita minta ini agar dapat penangangan melalui skema pinjaman di Bank Maluku-Malut sebab ini kebutuhan vital masyarakat disana,” tegasnya.
Selain jembatan Rumadian, ia juga meminta pemprov tidak menutup mata dengan kondisi dua jembatan di Kabupaten Maluku Tengah yang menghubungkan Desa Mamala dan Morela dan jembatan penghubung Desa Ureng.
Letsoin menegaskan dua jembatan tersebut juga sudah terlalu lama belum dilakukan penanganan.
Lantai jembatan yang terbuat dari papan mulai rusak dan membahayakan keselamatan masyarakat yang melintasi. “Dua jembatan di Maluku Tengah ini juga harus mendapatkan skala prioritas untuk ditangani, jangan dibiarkan nanti berdampak pada keselamatan masyarakat,” tandasnya.(S-20)