SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Senin, 5 Oktober 2026 pukul 13:56 WIT
DPRD Minta Pemprov Perbaiki Sejumlah Jembatan

AMBON, Siwalima.id - DPRD meminta kepada pemerintah segera melakukan perbaikan se­jumlah jembatan yang rusak parah baik di Maluku Tenggara maupun di Kabupaten Malteng.

Kerusakan parah dialami Jembatan Rumadian di Keca­matan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara serta jembatan Desa Mamala dan Morela serta jembatan penghubung Desa Ureng.

“Pasalnya pasca ambruk Selasa, 11 Maret 2025 hingga kini jembatan rumadian hanya dilakukan pena­nganan darurat sementara masya­rakat setempat membutuhkan jem­batan yang permanen,” jelas Ang­gota DPRD Maluku, Soleman Letsoin kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Jumat (2/10).

Menurutnya, Jembatan Rumadian merupakan salah satu akses peng­hubung yang sangat penting bagi masyarakat setempat.

Penanganan jembatan secara darurat yang dilakukan kata Letsoin, hanya solusi untuk memastikan akses penghubung tidak lumpuh namun untuk jangka panjang dibu­tuhkan jembatan yang bersifat permanen.

“Untuk Jembatan Rumadian yang rusak pada tahun 2025 dan belum dilakukan penanganan secara per­ma­nen, kami minta ini menjadi perhatian serius Pemprov agar me­lakukan penanganan secara perma­nen,” ucap Letsoin.

Diakuinya saat ini Pemerintah Provinsi Maluku sementara berha­dapan dengan kebijakan efisien yang berdampak pada fiskal daerah.

Untuk itu dirinya berharap di tahun depan ada kebijakan dari Pemprov Maluku untuk memprio­ritaskan penanganan jembatan tersebut secara permanen.

Apalagi dalam waktu dekat, ada skema pinjaman pemprov ke Bank Maluku-Malut.

Harus diarahkan pada program-program yang strategis salah satu­nya penanganan jembatan penghu­bung tersebut. Kita minta ini agar dapat penangangan melalui skema pinjaman di Bank Maluku-Malut sebab ini kebutuhan vital masya­rakat disana,” tegasnya.

Selain jembatan Rumadian, ia juga meminta pemprov tidak menutup mata dengan kondisi dua jembatan di Kabupaten Maluku Tengah yang menghubungkan Desa Mamala dan Morela dan jembatan penghubung Desa Ureng.

Letsoin menegaskan dua jem­batan tersebut juga sudah terlalu lama belum dilakukan penanganan.

Lantai jembatan yang terbuat dari papan mulai rusak dan memba­hayakan keselamatan masyarakat yang melintasi. “Dua jembatan di Maluku Tengah ini juga harus mendapatkan skala prioritas untuk ditangani, jangan dibiarkan nanti berdampak pada ke­selamatan mas­ya­rakat,” tandasnya.(S-20)

BERITA TERKAIT