SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Senin, 5 Oktober 2026 pukul 14:29 WIT
DPRD Harap PIM Mampu Jembatani Masalah Perempuan

AMBON, Siwalima.id - DPRD Provinsi Maluku mengha­rapkan Dewan Pimpinan Daerah Perempuan Indonesia Maju (DPD PIM) Maluku menjembatani ma­salah-masalah yang terjadi dite­ngah masyarakat terutama terkait kekerasaan terhadap perempuan.

“Kita berharap PIM ini mampu menjembatani beberapa hal, ter­masuk berperan penting dalam sosialisasi isu-isu kekerasaan yang ada ditengah masyarakat,” jelas Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun saat menerima audensi pengurus DPD PIM Maluku di ruang rapat Ketua DPRD, pekan kemarin.

Dengan mampu menjembatani masalah di tengah masyarakat, lanjut Benhur, maka pemerintah bisa melaksanakan saran PIM ini sebagai sebuah ukuran dalam merumuskan kebijakan di daerah. 

“Saya berharap PIM ini betul-betul organisasi yang punya latar belakang yang luar biasa. PIM ini berada di tengah tetapi anggota-anggotanya memiliki banyak jeja­ring, baik itu politik, sosial ekonomi, pemberdayaan prempuan dan jurnalis,” katanya

Dengan demikian, lanjut Benhur, peranan PIM memberi arti penting dalam kehidupan sosial kemasya­rakatan di Provinsi Maluku

Sementara terkait dengan Pera­turan daerah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak yang sedang direvisi, Ben­hur menegaskan, DPRD Ma­luku akan berupaya untuk menun­taskannya di tahun ini, sehingga perda tersebut bisa disosialisasi­kan oleh pemerintah kepada mas­yarakat.

“Untuk perda perempuan dan anak korban kekerasaan diupaya­kan tahun ini selesai sehingga bisa disosialisasikan, karena itu tugas pemerintah sosialisasi bu­kan DPRD,” tegasnya.

Benhur menegaskan, ketika per­da sudah ditetapkan, maka tugas pemerintah adalah mensosialisasi dan memfasilitasi, bahkan menyi­ap­kan infrastruktur untuk pelak­sanaan sebuah perda itu. 

“Jangan perda jadi satu kitab yang tidak berarti di tengah mas­yarakat. Organisasi perempuan ini mereka berjuang dan kita harus memberikan apresiasi kepada organisasi perempuan termasuk PIM, karena mereka getol dan gen­car untuk memperjuangkan bagai­mana keseteraan perempuan dan laki-laki, tetapi perangkat peratu­ran­nya sudah ada, berarti pe­merintah jangan tinggal diam,” imbuhnya.

Jika sosialisasi itu terkendala soal anggaran, lanjutnya, maka ha­rus ada solusi yang tercipta sehi­ngga harapan itu harus diwujudkan

Dia mencontohkan untuk dae­rah kepulauan, salah satu isu penting adalah penyelesaian kekerasaan perempuan dan anak yang ter­kadang butuh biaya dari satu tempat ke tempat yang lain, hanya untuk berjuang keadilan. 

“Keadilan itu kadang dibayar sa­ngat mahal karena letak geografis kita. Padahal kalau pemerintah menyiapkan itu akan itu akan dipermudah,” katanya

Dorong

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Maluku, Muhammad Fauzan Rahawarin mendorong DPD PIM Maluku untuk memainkan isu-isu strategis terhadap perem­puan dan anak demi kepentingan masyarakat dan itu akan ber­dampak 

Fauzan memberikan penekanan kuat pada urgensi penguatan regulasi melalui revisi Perda.

Dikatakan, kasus-kasus kekera­san terhadap perempuan dan anak diingatkan agar tidak terus-menerus mengalami marjinalisasi dalam penanganannya, serta ha­rus bermuara pada lahirnya reko­mendasi taktis hasil rapat kerja dewan.

Sementara itu,  Ketua Bidang OKK DPD PIM Maluku, menyoroti pentingnya revisi total terhadap Perda Nomor 02 Tahun 2012 yang merupakan inisiatif DPRD tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. 

Jurnalis senior ini menyentil masih banyaknya kasus kekera­san yang diselesaikan sebatas lewat pendekatan adat, padahal proses hukum formal tetap harus berjalan secara beriringan.

Selain regulasi, aspek infra­struktur perlindungan sosial juga menjadi sorotan tajam. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD PIM Maluku, Rimaniar Julin­dra menyambut baik dukungan dari DPRD Maluku kepada PIM.

Rimaniar menegaskan, DPD PIM Maluku siap mengawal proses advokasi ini secara serius, ter­masuk mengusulkan pembentu­kan Panitia Khusus (Pansus) di DPRD Maluku guna mengawal revisi regulasi tersebut.

Audiensi dengan DPRD Maluku, tambah Rimaniar, untuk memba­ngun sinergitas sekaligus menjadi rujukan bagi pengurus DPD PIM Maluku mencetuskan program-program kerja. 

Untuk diketahui, audiensi de­ngan DPRD Maluku dipimpin lang­sung oleh Ketua, Rimaniar Julin­dra, sekretaris Vonny Latama­huputy dan wakil-wakil ketua serta bidang-bidang.(S-05)

BERITA TERKAIT