DPRD Provinsi Maluku, memberikan apresiasi kepada Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun, karena berhasil mengatasi konflik antar warga didaerah itu. Bahkan, lembaga politik itu meminta kepala daerah lain mencontohi Hanubun.
âPemkab Malra jadi contoh bagi daerah lain atasi konflik. Bupati lain harus contohi Bupati Malra. Malra harus jadi pilot projeck penyelesaian perdamaian, âkata Wakil Ketua DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut, Ketua Komisi I, Amir Rumra, dan Wakil Ketua Komisi I, Elwen Roy Pattiasina, ketika rapat bersama Bupati Malra dan TNI/Polri, bahas konflik di Malra dan Kota Tual, Rabu (3/8).
Pattiasina mengatakan, pemimpin harus selalu ditengah masyarakat baik suka maupun duka, seperti dilaÂkan Bupati Malra.âKita butuh peÂmimpin yang selalu hadir ditengah masyarakat. Kalau dimaki dan diÂlempari itu biasa. Jadi memang kita apresiasi Bupati Malra, âkata PattiaÂsina.
Pattiasina yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, mengapreÂsiasi Pangdam Pattimura dan KaÂpolda Maluku, turun langsung mendamaikan warga bertikai Malra dan Kota Tual. Untuk itu, Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Tual, Malra, dan Aru berharap, Babinsa dan Babinkamtibmas selalu melakukan patroli di masyarakat. âKalau ada yang minum minuman keras tolong dibubarkan. Ini yang biasa memicu bentrok,â ingatnya.
Wakil Ketua DPRD Provinsi MaÂluku, Melkianus Sairdekut, ikut mengapresiasi Bupati Malra berhasil mengatasi konflik antar warga didaerah itu. âKita apresiasi Bupati Malra. Ini namanya pemimpin yang konsern terhadap rakyat dan daerahÂnya. Tanpa diundang beliau hadir didewan,âkata Sairdekut.
Dia kemudian membandingkan Bupati lain yang daerahnya sering terjadi konflik antar warga, tidak diselesaikan berbulan-bulan.âKita undang juga tidak datang. Kami bangga terhadap Bupati Malra. Bupati Malra mesti menjadi contoh bagi pemimpin lain. Kita harus belajar dari Bupati Malra,âtandasnya.
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Amir Rumra, juga mengÂapreÂsiasi Bupati Malra dan Walikota Tual, menyelesaikan konflik didaeÂrah yang dipimpinya.
âBeda dengan kepala daerah lain. Contoh Kairiu-Pelaiw smapai hari 9mi belum selesai. Kami menyamÂpaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Malra. Bupati Malra telepon saya langsung untik hadir. Kita meresponi untuk mengetahui secara langsung juga, âkata Rumra.
Politisi PKS dari daerah pemilihan Kota Tual, Malra, dan Aru ini berÂharap, pemerintah provinsi ikut meÂrespon penyelesaian konflik antar warga di dua daerah itu. âMemang sisitim kewenangan penting, tapi koordinasi terkait kewenangan pusat maka diteruskan oleh PemÂprov. âMemang mereka sampaikan kebutuhan, Rp 1,2 miliar. Tadi Kami sampaikan ke Pemprov, masuk dana tak terduga atau masuk APBD perubahan. Kita tahu penyelesaian konflik didua daerah itu tidak meÂrembes ke daerah lain. Kalau daerah lain sudah merembes ke daerah lain,âingatnya.
Untuk itu, kandidat calon anggota DPR RI menambahkan, pihaknya akan koordinasi dengan Sekda agar dana tak terduga difransfer untuk bangun rumah yang rusak dan faÂsilitas lain.âBegitu juga operasional TNI dan Polri di Kota Tual dan Malra. Soal pembangunan Polres Malra, nanti saat penyampaian aspiÂrasi ke Mabes Polri kami akan sampaiÂkan,â tandasnya. (*)