SIWALIMA.id > Berita
Daerah , Headline | Kamis, 17 September 2026 pukul 13:41 WIT
Cegah Konflik, Pemkot Gandeng FKUB Perkuat Deteksi Dini

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon menggandeng bersama Forum Keru­kunan Umat Beraga­ma (FKUB) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) duduk bersama untuk membahas langkah pencegahan terjadinya konflik sekaligus men­jaga kerukunan umat beragama.

Pertemuan yang di­laksanakan dalam bentuk rapat koor­dinasi ini digagas oleh Badan Kesbangpol Kota Ambon yang ber­langsung di ruang Unit Layanan Administrasi (ULA) Balai Kota Ambon, Rabu (16/9).

Walikota Ambon, Bodewin Watti­mena dalam rapkor itu menga­takan, pencegahan konflik tidak boleh dilakukan secara reaktif atau baru bergerak setelah persoalan terjadi, untuk itu, pemerintah ber­sama aparat dan elemen mas­yarakat, perlu membangun langkah preventif yang dilakukan secara berkesinambungan.

“Tantangan utama dalam menjaga situasi kondusif di Kota Ambon tidak boleh lagi disikapi secara reaktif, yaitu hanya bertindak setelah suatu permasalahan atau konflik terjadi,” ucap walikota.

Menurut walikota, kondisi Kota Ambon yang majemuk membuat peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersamaan.

 “Saya minta masyarakat tidak mudah menyebarkan hoaks atau informasi yang berpotensi memicu keresahan, khususnya yang ber­kaitan dengan isu agama dan konflik antar kelompok,” pinta walikota.

Walikota juga menyinggung informasi mengenai pembakaran rumah pastori di Desa Patahuwe dalam konflik dengan Desa Lisa­bata, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Isu semacam ini perlu ditangani dengan hati-hati, agar tidak berkembang menjadi perso­alan bernuansa SARA dan ber­dampak ke wilayah lain.

Kapolresta Ambon, Kom­bes Andrias Susanto Nugroho me­ngaku, rapat tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Ambon.

Berdasarkan data penegakan hukum, kasus yang dominan di wi­layah hukum Polresta Ambon an­tara lain perkelahian dan keke­ra­san dalam rumah tangga (KDRT). Selain itu, aksi balap liar dan pelemparan batu di jalan raya, juga menjadi perhatian, karena ber­potensi menimbulkan gangguan keamanan.

“Kamtibmas tidak dapat disele­saikan hanya oleh aparat kepoli­sian semata, melainkan memerlu­kan kolaborasi aktif dari seluruh un­sur masyarakat,” ucap kapolresta.

Ia menilai, tokoh agama memiliki peran penting dalam menyam­paikan pesan perdamaian melalui kegiatan keagamaan, seperti khotbah Jumat maupun ceramah pada ibadah Minggu.

Sementara Dansathantai Koda­eral IX, Kolonel Laut (P) Frejhon da Costa, mendorong penguatan kerja sama TNI dan Polri dalam pengawasan serta penanganan potensi penyelundupan.

Menurutnya, informasi intelijen perlu dimanfaatkan untuk menutup celah penyelundupan, termasuk melalui penguatan patroli laut gabungan.

“Selain patroli rutin, saya usulkan patroli mendadak untuk menganti­sipasi pergerakan speed boat atau perahu yang masuk dari luar pelabuhan,” usul da Costa .

Sementara Plh KBO Binda Ma­luku, Mohammad Hikmatullah Sik­nun, menyoroti peredaran minu­man beralkohol tradisional (sopi) dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Persoalan tersebut, perlu men­dapat perhatian karena dapat ber­kaitan dengan gangguan sosial dan keamanan. Untuk itu ia meng­ingatkan agar persoalan atau konflik yang terjadi di daerah lain tidak dibawa ke Kota Ambon.

Ketua FKUB Ambon, H Husen Sahiri, mengapresiasi mas­yarakat yang tetap menjaga situasi keamanan di tengah ber­bagai dinamika sosial dan infor­masi yang beredar di media sosial.

“penyelesaian setiap persoalan, harus dikembalikan pada nilai per­saudaraan dan semangat hidup orang basudara,” ujar Husein .

Ia menyebut, FKUB telah mem­bentuk program Desa Kerukunan di sejumlah wilayah, antara lain Hative Kecil, Latta, Nania, Wayame dan Waiheru. Dalam program tersebut, pemuda dan tokoh masyarakat didorong menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing.

“Program ini, rencananya di­perluas ke wilayah lainnya, ter­masuk Laha dan Nusaniwe. FKUB bersama kepolisian, juga men­jalankan edukasi perdamaian di sekolah dengan melibatkan tokoh agama dan sebagai inspektur upacara di tingkat SMP dan SMA,” jelas Husein.

Ia menilai, edukasi sejak dini penting untuk menanamkan nilai toleransi dan penyelesaian per­soalan secara damai kepada generasi muda.

Rapat koordinasi ini diharapkan memperkuat sinergi pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat kerukunan di Kota Ambon. (S-30)

BERITA TERKAIT