DOBO, Siwalima.id - Bupati Timotius Kaidel membuka Forum penyusunan Rancangan Awal Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Kepulauan Aru yang berlangsung di aula Cendrawasih, Kota Dobo, Selasa (3/11).
Menurutnya pelestarian budaya harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat adat secara bottom-up.
Dalam sambutan, Kaidel meminta agar dokumen PPKD tidak hanya disusun diatas meja, tetapi benar-benar mencerminkan realitas budaya yang hidup di tengah masyarakat Jargaria.
“Saya berharap tim penyusun dan OPD terkait, pastikan dokumen rancangan awal ini disusun dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara partisipatif, bottom-up, dan benar-benar mencerminkan realitas budaya yang hidup di tengah masyarakat Kepulauan Aru,” harapnya.
Kebudayaan menurutnya bukan sekadar warisan masa lalu yang dijadikan pajangan sejarah.
Kebudayaan adalah fondasi identitas, jati diri, sekaligus pemandu arah pembangunan bangsa, termasuk bagi Kabupaten Kepulauan Aru.
Menurutnya, Bumi Jargaria dianugerahi kekayaan tradisi, adat istiadat, bahasa, kesenian, dan nilai-nilai kearifan lokal yang luar biasa unik dan tak ternilai harganya.
Penyusunan PPKD ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menuntut langkah strategis melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan terhadap objek pemajuan kebudayaan daerah.
Dikatakan, penyusunan rancangan awal PPKD tahun 2026 ini menjadi momentum yang sangat mendasar. “Dokumen PPKD ini nantinya akan menjadi rujukan dan landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan kebudayaan yang terintegrasi, komprehensif, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan tantangan arus globalisasi dan modernisasi yang menuntut gerakan cepat namun tetap cermat. Kaidel tidak ingin nilai-nilai luhur adat istiadat Aru tergerus zaman.
Sebaliknya, ia mendorong agar kebudayaan ditempatkan sebagai salah satu pilar kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui sinergi kebudayaan dengan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.
Dalam forum tersebut, ia berharap seluruh pemangku kepentingan mulai dari jajaran pemerintah, lembaga adat, para budayawan, hingga generasi muda dapat memberikan kontribusi pemikiran, gagasan dan data yang akurat. “Saya juga berterima kasih kepada para narasumber, tokoh adat dan budayawan yang terus konsisten menjadi garda terdepan penjaga marwah budaya masyarakat Jargaria tercinta,” tutupnya.(S-11)