SIWALIMA.id > Berita
Daerah , Headline | Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 14:32 WIT
BMKG: Tak Ada Kepastian Kabut Asap Hilang

AMBON, Siwalima.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon menegaskan, belum da­pat dipastikan kapan bencana kabut asap selesai atau hilang dari wilayah Provinsi Maluku.

Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Patti­mura Ambon, Kamari saat rapat dangar pendapat bersama DPRD Maluku, Rabu (14/10).

Kamari bilang berdasarkan hasil pencitraan satelit di wilayah Provinsi Maluku, dapat dipastikan jika se­baran asap yang menyelimuti se­jumlah daerah di Maluku lebih banyak didominasi dari kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan.

“Sebaran asap yang menyelimuti Maluku per hari ini berasal dari Papua Selatan yang mengikuti arah angin timur   dan masuk ke Maluku ditambah lagi beberapa kebakaran hutan lokal,” ungkap Kamari.

Menurutnya akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah di Maluku telah menyebabkan aktivitas sejumlah penerbangan tertunda dan memberikan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat sehingga masyarakat bertanya-tanya kapan kabut asap akan hilang.

Namun sampai dengan saat ini BMKG.  Lanjut Kamari, tidak dapat memastikan kapan waktu yang tepat kabut asap akan hilang sebab kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di Papua Se­latan dan sekitarnya.

“Kalau sumbang asap dari kebakaran hutan di Seram, Buru, Pulau Ambon hanya 10 persen, sementara sisanya dari Papua dan Kalimantan yang sebaran akan tergantung dari arah angin jadi kita tidak bisa memberi harapan kepada masyarakat kapan kabut asap ini akan hilang,” jelasnya.

Kamari menegaskan, jika ingin kabut asap hilang maka upaya utama yang wajib dilakukan yakni menghentikan sumber asap, namun hal ini tidak mudah me­ngingat sumber api tersebar di hutan belantara dengan titik panas yang luar biasa.

Faktor lain yang dapat meng­hentikan kabut asap, sambung Kamari, hanya dengan hujan yang lebat. Namun BMKG juga tidak dapat memberikan jaminan kapan waktu hujan akan turun mengingat tidak ada awan yang dapat memicu hujan.

“Kalau ada hujan lebat mungil partikel debu bisa turun tapi kan belum ada kepastian kapan hujan jadi kita tidak bisa memastikan kapan asap ini akan hilang,” tandasnya.(S-20)

BERITA TERKAIT