AMBON, Siwalima.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon menegaskan, belum dapat dipastikan kapan bencana kabut asap selesai atau hilang dari wilayah Provinsi Maluku.
Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon, Kamari saat rapat dangar pendapat bersama DPRD Maluku, Rabu (14/10).
Kamari bilang berdasarkan hasil pencitraan satelit di wilayah Provinsi Maluku, dapat dipastikan jika sebaran asap yang menyelimuti sejumlah daerah di Maluku lebih banyak didominasi dari kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan.
“Sebaran asap yang menyelimuti Maluku per hari ini berasal dari Papua Selatan yang mengikuti arah angin timur dan masuk ke Maluku ditambah lagi beberapa kebakaran hutan lokal,” ungkap Kamari.
Menurutnya akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah di Maluku telah menyebabkan aktivitas sejumlah penerbangan tertunda dan memberikan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat sehingga masyarakat bertanya-tanya kapan kabut asap akan hilang.
Namun sampai dengan saat ini BMKG. Lanjut Kamari, tidak dapat memastikan kapan waktu yang tepat kabut asap akan hilang sebab kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di Papua Selatan dan sekitarnya.
“Kalau sumbang asap dari kebakaran hutan di Seram, Buru, Pulau Ambon hanya 10 persen, sementara sisanya dari Papua dan Kalimantan yang sebaran akan tergantung dari arah angin jadi kita tidak bisa memberi harapan kepada masyarakat kapan kabut asap ini akan hilang,” jelasnya.
Kamari menegaskan, jika ingin kabut asap hilang maka upaya utama yang wajib dilakukan yakni menghentikan sumber asap, namun hal ini tidak mudah mengingat sumber api tersebar di hutan belantara dengan titik panas yang luar biasa.
Faktor lain yang dapat menghentikan kabut asap, sambung Kamari, hanya dengan hujan yang lebat. Namun BMKG juga tidak dapat memberikan jaminan kapan waktu hujan akan turun mengingat tidak ada awan yang dapat memicu hujan.
“Kalau ada hujan lebat mungil partikel debu bisa turun tapi kan belum ada kepastian kapan hujan jadi kita tidak bisa memastikan kapan asap ini akan hilang,” tandasnya.(S-20)