PEMERINTAH Kota Ambon dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menjajaki kerja sama antar daerah melalui program kota kembar atau sister city.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat hubungan budaya, mengembangkan potensi pariwisata, hingga membuka peluang perdagangan antara kedua daerah.
Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan Walikota Ambon Bodewin Wattimena dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita di Balai Kota Ambon, Jumat (30/10).
Dalam pertemuan itu, Walikota didampingi Sekretaris Daerah Kota Ambon Robert Sapulette, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta Direktur Ambon Music Office (AMO) yang juga Focal Point Ambon UNESCO City of Music, Ronny Loppies.
Sementara Lisdyarita hadir bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Kunjungan tersebut sekaligus untuk menghadiri World Music Concert dalam rangkaian Amboina International Music Festival (AIMF) 2026 yang berlangsung pada 30-31 Oktober 2026.
Lisdyarita diundang langsung oleh Bodewin untuk menghadiri agenda tahunan berskala internasional tersebut.
Festival yang menjadi salah satu agenda unggulan Kota Ambon itu menghadirkan pertunjukan musik, seni, dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia maupun sejumlah negara.
Menariknya, pertunjukan Reog Ponorogo yang dibawakan komunitas warga asal Ponorogo dan Trenggalek yang menetap di Ambon turut memeriahkan perhelatan tersebut.
Pertemuan kedua kepala daerah ini juga mengungkap sejumlah kesamaan potensi strategis antara Ambon dan Ponorogo.
Kedua daerah sama-sama memiliki festival unggulan yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 hasil kurasi Kementerian Pariwisata.
Ponorogo memiliki Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP), sementara Ambon mengandalkan Amboina International Music Festival (AIMF).
Selain itu, kedua daerah juga menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau Jejaring Kota Kreatif UNESCO.
Kesamaan tersebut dinilai menjadi peluang untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan seni dan budaya, sekaligus memperluas promosi potensi daerah.
Melalui penjajakan kerja sama sister city, Ambon dan Ponorogo diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, memperkuat jejaring antarkomunitas kreatif, serta mendorong sektor budaya dan perdagangan menjadi bagian dari penggerak ekonomi kedua daerah.(S-30)