AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku HenÂdrik Lewerissa menegasÂkan, aktivitas tambang GuÂnung Botak di Kecamatan Wamsait, Kabupaten Buru akan ditutup parmanen.
Penutupan kawasan GuÂnung Botak ini sudah berÂlangsung, dan 70 persen para penambang emas tanpa ijin (PETI) telah meÂninggalkan kawasan terÂsebut
âTinggal sedikit lagi kita akan tertibkan dan tolong dicatat, Gubernur Maluku menghendaki Gunung BoÂtak dalam kondisi tertib, buÂkan temporer tapi permaÂnen, dalam artian tidak boleh dikelola oleh penambang-penambang tanpa izin, tapi dikeÂlola oleh koperasi dan perusahaan yang telah memperoleh izin dari neÂgara sebagai kuasa pertambaÂngan,â tegas gubenrur kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, usai paripurna penyamÂpaian RPJMD 2025-2029, Selasa (5/8).
Selain Gunung Botak kata guÂbernur, Tambang Cinnabar di SBB juga bakal ditertibkan, sehingga tidak ada aktivitas penambangan liar di Maluku.
âSelain Gunung Botak catat ini juga, tambang Batu Cinnabar di SBB juga akan ditertibkan dari penambangan tanpa izin. Ini pernyataan sikap tegas gubernur, jadi jangan ada lagi yang liar-liar di wilayah kita,â tandas gubenrur.
Kapolres Diperintahkan
Sebelumnya diberitakan, GuberÂnur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat meninjau aktivitas RSUD Namlea, bertemu dengan korban terdampak racun sianida yang sementara dirawat di rumah sakit tersebut.
Melihat kondisi korban, gubernur langsung memberikan arahan keÂpada Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukijang untuk segera menutup tambang ilegal Gunung Botak.
âSaya menyaksikan dengan mata saya sendiri korban yang diraÂwat karena terpapar cianida, kareÂna aktivitas di Gunung Botak. Masa kita harus berdiam diri terhadap kondisi ini,â tegas Gubernur keÂpada wartawan di RSUD Namlea, usai peletakan batu pertama RSUD Buru, Kamis (17/7).
Gubernur menegaskan, sebagai pemerintah baik provinsi maupun kabupaten yang adalah repreÂsentasi negara, masa harus berdiam diri terhadap kejadian ini.
Oleh sebab itu, jika ada pihak-pihak yang menolak langkah penertiban Gunung Botak, maka itu patut pertanyakan motivasi mereka.
âKalau ada tolak penertiban, berÂarti mereka menginginkan banyak korban berjatuhan. Mereka mengÂinginkan lingkungan kita tercemar secara ekstrim dan berbahaya bagi hewan dan manusia serta lingkuÂngan dan masa depan bukan cuma generasi hari ini, tapi generasi ke depan,â tegas gubernur.
Ditanya sikapnya setelah melihat ada pasien yang terpapar cianida dari tambang Gunung Botak, gu-bernur menegaskan, hal itu seÂmakin meneguhkan sikapnya unÂtuk konsisten melakukan penertiÂban di Gunung Botak. âSecepatnya akan kita tutup, kawasan Gunung Botakâ tandas gubernur.
Buru Tercemar
Gubernur mengaku, penceÂmaran merkuri dan asam sianida akibat aktivitas tambang ilegal di Gunung Botak, telah mencapai titik ekstrim.
Pasalnya, berdasarkan hasil peÂnelitian terakhir, ditemukan bahwa, kawasan Kabupaten Buru sudah tercemar merkuri dan asam sianiÂda dalam radius yang sangat luas dan kondisi yang sangat ekstrim.
âIni sangat berbahaya sekali,â beber gubernur.
Menyikapi kondisi Buru seperti ini, kata gubernur, dirinya tidak bisa membiarkan praktek ilegal yang menimbulkan kehancuran lingkuÂngan yang berdampak sangat buÂruk pada manusia dan lingkungan, baik itu hewan, tumbuh-tumbuhan, air sungai, laut dan sebagainya.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku tetap konsisten untuk menutup paksa aktivitas tambang ilegal di Gunung Botak.
âNegara yang memiliki kuasa pertambangan. UUD 45, konstitusi memberikan kewenangan kepada negara untuk menguasai segala sumber daya yang ada dalam bumi ini. Bumi air dan kekayaan alam diÂkuasai oleh negara. Tapi negara meÂngÂhormati keberagaman masyaraÂkat adat. Hak hak ulayat juga dihorÂmati. Namun negara tidak boleh kalah, karena negara juga punya hak untuk mengatur,â tandas gubernur.
Dalam konteks Gunung Botak kata gubernur, diketahui banyak korban sudah berjatuhan, untuk itu pemprov bersama aparat kepoliÂsian dan TNI, akan menunjukan otoritas sebagai pemerintah untuk menutup aktibitas ilegal di Gunung Botak.
Soal teknis penertiban nanti, kata gubenrur, akan dipercayakan keÂpada pihak kepolisian, untuk mengatur bagaimana caranya menutup aktivitas di Gunung Botak.
âKalau pasokan cianida dan merkuri ditutup kan tidak akan ada hasilnya. Mereka mau olah pakai apa. Kalau penadah emas ditertibkan, mereka mau jual ke mana,âtandas gubernur.(S-26)