SIWALIMA.id > Berita
Daerah , Headline | Selasa, 20 Mei 2025 pukul 16:10 WIT
5 Rumah dan 2 Barak Pengungsi di Bentas Terbakar

AMBON, Siwalimanews – Kebakaran he­bat melanda ka­wasan Jalan Ga­ja Atas tepatnya di RT 002 /RW 003 Benteng Atas, Kecamatan Nusa­niwe, Kota Ambon, Senin (19/5) sekitar pukul 01.15 WIT.

Kebakaran hebat tersebut terjadi disaat kondisi listrik padam, sekitar 5 rumah dan 2 unit bangunan Barak pengungsi yang dihuni oleh 14  KK ludes ter­bakar.  Beruntung kejadian naas itu tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa.

Kasi Humas Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Jane Luhukay kepada wartawan di Ambon, Senin (15/5) menjelaskan ber­dasarkan keterangan saksi Yongky Noya (53), saat kejadian, Saksi dikagetkan dengan teriakan keba­karan oleh warga sekitar.

Saat keluar rumah, saksi melihat nyala api disertai asap tebal pada bagian ujung barak pengungsi, yang ia duga berasal dari ujung barak pengungsi antara kediaman Keluarga Bokaraman dan Saher­lawan.

Melihat api yang membesar warga sekitar bergegas keluar, dan bergotong royong memadamkan api dengan alat seadanya, tak lama tiba Ka Spk Aipda Melky Letwar bersama 3 personel Polsek Nusaniwe yang turut membantu warga. Hanya saja kondisi bangu­nan yang setengah permanen membuat warga kesulitan, sehi­ngga api dengan cepat merembet ke bangunan sekitar.

“Saat kebakaran warga pada ter­bangun dan keluar dari barak pe­ngungsian dengan menyelamat­kan sebagian barang mereka, dan juga sebagian membantu mema­damkan api secara manual. Pema­daman tidak berhasil dilakukan karena bangunan barak  setengah­nya berdinding triplek dan papan, sehingga  api dengan cepat me­rembes,” ujar Luhukay mengutip keterangan saksi.

Beberapa saat berselang 6 unit Damkar Kota Ambon tiba dilokasi dan langsung memadamkan api. Lagi-lagi kondisi rumah yang sete­ngah permanen membuat petugas kesulitan. Sekitar 3 jam bergelut api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.14 WIT.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kerugian yang dialami hanya kerugian materi berupa 5 unit rumah masing masing milik keluarga  Samallo, Keluarga Persulessy, Keluarga Charles Lawalata (rusak ringan), Keluarga Watmanlusi (rusak ringan), keluarga J. L. Noya (rusak berat), serta dua unit barak yang ditempati  14 Kepala Keluarga  yakni Kel. Ny. Noya, Kel. R. Ayal, Kel. Talalus, Kel.  Tatipikalawan, Kel Kadun, Kel Rahayaan, Kel Keli, Kel Bokaraman, Kel. Watfenu J, Kel. Ransamar, Kel O Serhalawan, Kel Saerdikut, Kel Hursepuny dan Keluarga Wonley yang mengalami kerusakan berat.

“Jadi ada 5 rumah dan 2 barak yang ditempati 14 KK, belum dike­tahui secara pasti penyebab keba­karan, namun diduga  adanya pe­ngguna nyala lilin sebagai pene­rangan pada saat lampu padam, yang diduga berasal dari penghuni barak pengungsi, antar keluarga Bokaraman dan Saherlawan, yang menempati barak pengungsian, yang mana Kejadian pada saat lampu PLN dalam kondisi padam,”ujarnya. (S-10)

BERITA TERKAIT