AMBON, Siwalimanews – Tepatnya pada Jumat (30/5) keÂmarin, tepat 100 hari kerja pemeÂrintahan GuberÂnur Maluku HenÂdrik Lewerissa dan Wakil Gubernur AbÂdullah VaÂnath, pasca dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis (20/2) lalu di Istana KepreÂsidenan, Jakarta.
Apa saja capaiÂan yang telah diÂlakukan GuberÂnur dan Wagub kuÂrun ini? Dalam catatan kami, GuberÂnur dan wakilnya suÂdah membuat berbaÂgai upaÂya untuk menÂjadikan Maluku lebih baik, seperti janji mereka semasa kamÂpanye lalu, âPar Maluku Pung Baeâ.
Sejak dilantik, Gubernur telah melakukan gebrakan dengan memÂperjuangkan sejumlah pemÂbangunan di Maluku ke pemerintah pusat.
Di bidang infrastruktur misalnya, Gubernur menemui langsung Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono guna memperjuangkan sejumlah proÂyek infrastruktur diantara Pelabuhan Maluku Terpadu yang diusulkan pembangunannya di Waisarisa, Kecamatan Kairatu Barat, KabuÂpaten Seram Bagian Barat.
Pasca pertemuan tersebut, proyek pembangunan Pelabuhan Maluku Terpadu saat ini telah menunjukkan progres dengan akan dilalui studi awal lokasi oleh Pemerintah Pusat.
Tak hanya itu, Gubernur juga telah memperjuangkan pembaÂnguÂnan coastal road atau jalan di garis pantai Teluk Ambon, sewaktu bertemu Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Jumat (9/5) lalu. Saat ini progresnya terus berjalan.
Di bidang kesehatan, Gubernur juga berjuang untuk dibangunnya rumah sakit pusat stroke atau stroke center di Maluku dan saat ini telah mendapatkan lampu hijau dari Pemerintah Pusat.
Rumah sakit itu nantinya akan berada di RSUP J Leimena yang direncanakan akan terealisasi dalam masa pemerintahan lima tahun ke depan.
Gubernur juga telah berhasil melobi Kementerian Kesehatan dimana Maluku mendapatkan bantuan tujuh unit alat katerisasi jantung, yang akan diperuntukkan untuk beberapa rumah sakit di Maluku.
Di bidang energi, Gubernur Maluku telah berupaya agar Blok Masela bisa segera berproduksi komersial atau on stream pada Tahun 2029, dimana progres telah nyata dengan peluncuran desain teknis LNG Darat beberapa waktu lalu.
Tak hanya Blok Masela, bebeÂrapa waktu lalu, Gubernur juga telah memperjuangkan adanya Blok Migas baru di Maluku dan hasilnya telah dilakukan penandaÂtanganan kontrak bagi hasil Blok Migas Binaiya.
Di bidang pendidikan, Gubernur telah memerintahkan Kepala DiÂnas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku untuk melakukan penataan guru di seluruh kabupaten dan kota, guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.
Bahkan dalam 100 hari kerjanya ini, Gubernur telah berhasil memperjuangkan perubahan status IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji yang telah disetujui Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu kebijakan penting Gubernur yang dirasakan masÂyarakat luas, yakni adanya peÂmutihan tunggakan pajak dan bea balik nama kendaraan bermotor tahun-tahun sebelumnya.
Di bidang ekonomi, kerja-kerja Gubernur telah berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi Maluku, alÂhasil pertumbuhan ekonomi triÂwulan I 2025, Provinsi Maluku meÂngalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07 persen yoy diatas nasional yang tercatat 4,87 persen yoy.
Di bidang penataan birokrasi, Gubernur telah melakukan lelang terbuka pengisian jabatan pimÂpinan tinggi pratama di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, yang ditargetkan akan tuntas di Juni mendatang. Namun begitu, hingga saat ini tercatat belum ada peminat yang ikut meramaikan bursa.
Walau sejumlah hal baik telah dicapai selama 100 hari kerja ini, tapi masih ada sejumlah persoÂalan seperti pembayaran TPP ASN guru selama 16 bulan yang belum diselesaikan hingga saat ini.
Bahkan salah satu kebijakan Gubernur Maluku Hendrik LeweÂrissa yang menyurati Kwartir NaÂsional Pramuka terkait penjadÂwalan ulang kegiatan Nasional Kemah Bela Negara, tingkat NaÂsional tahun 2025, yang dipuÂsatkan di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku juga menjadi persoalan serius di 100 hari kerja Pemerintah GuÂbernur dan Wakil gubernur Maluku.
Kendati begitu Gubernur meÂngaku sejak awal dirinya bersama Wakil Gubernur tidak menetapkan target 100 kerja, sebab ketika menjadi gubernur dan wakil guberÂnur untuk lima tahun bukan untuk 100 hari kerja.
Gubernur memastikan dirinya bertekad untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Maluku.
Komitmen ini disampaikan GuÂberÂnur kepada wartawan di Kantor Gubernur, Rabu (28/5). âSaya dan wakil gubernur telah bertekad unÂtuk meningkatkan taraf hidup masÂyarakat Maluku dengan visi transÂformasi yang maju, adil dan sejahÂtera untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,â ucap Gubernur.
Dijelaskan, visi meningkatkan taraf hidup masyarakat Maluku tersebut telah dijabarkan melalui Sapta Cita yang merupakan misi bersama guna memajukan Maluku.
Diakuinya tantangan yang dihaÂdapi kedepan tentu tidaklah muÂdah, dimana krisis global turut mempengaruhi stabilitas dalam negeri yang tentunya harus disikapi dengan program yang tepat dalam menjawab tuntutan atau kepenÂtingan masyarakat.
Selain itu beberapa proyek straÂtegis nasional diwilayah Maluku seperti embangunan Bendungan Wae Apo, pembangunan Ambon InÂtegrated Port dan pengembaÂngan Blok Masela akan mendapatÂkan perhatian gubernur ke depan.
âPembangunan Maluku ini memÂbutuhkan dukungan semua pihak karena itu mari kita bersama-sama bekerja keras untuk Maluku yang lebih baik,â tegas gubernur. (S-20)