SIWALIMA.id > Berita
Pemerintahan | Senin, 2 Juni 2025 pukul 15:31 WIT
100 Hari Kerja Gubernur Maluku, Ini Capaiannya

AMBON, Siwalimanews – Tepatnya pada Jumat (30/5) ke­marin, tepat 100 hari kerja peme­rintahan Guber­nur Maluku Hen­drik Lewerissa dan Wakil Gubernur Ab­dullah Va­nath, pasca dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis (20/2) lalu di Istana Kepre­sidenan, Jakarta.

Apa saja capai­an yang telah di­lakukan Guber­nur dan Wagub ku­run ini? Dalam catatan kami, Guber­nur dan wakilnya su­dah membuat berba­gai upa­ya untuk men­jadikan Maluku lebih baik, seperti janji mereka semasa kam­panye lalu, “Par Maluku Pung Bae”.

Sejak dilantik, Gubernur telah melakukan gebrakan dengan mem­perjuangkan sejumlah pem­bangunan di Maluku ke pemerintah pusat.

Di bidang infrastruktur misalnya, Gubernur menemui langsung Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono guna memperjuangkan sejumlah pro­yek infrastruktur diantara Pelabuhan Maluku Terpadu yang diusulkan pembangunannya di Waisarisa, Kecamatan Kairatu Barat, Kabu­paten Seram Bagian Barat.

Pasca pertemuan tersebut, proyek pembangunan Pelabuhan Maluku Terpadu saat ini telah menunjukkan progres dengan akan dilalui studi awal lokasi oleh Pemerintah Pusat.

Tak hanya itu, Gubernur juga telah memperjuangkan pemba­ngu­nan coastal road atau jalan di garis pantai Teluk Ambon, sewaktu bertemu Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Jumat (9/5) lalu. Saat ini progresnya terus berjalan.

Di bidang kesehatan, Gubernur juga berjuang untuk dibangunnya rumah sakit pusat stroke atau stroke center di Maluku dan saat ini telah mendapatkan lampu hijau dari Pemerintah Pusat.

Rumah sakit itu nantinya akan berada di RSUP J Leimena yang direncanakan akan terealisasi dalam masa pemerintahan lima tahun ke depan.

Gubernur juga telah berhasil melobi Kementerian Kesehatan dimana Maluku mendapatkan bantuan tujuh unit alat katerisasi jantung, yang akan diperuntukkan untuk beberapa rumah sakit di Maluku.

Di bidang energi, Gubernur Maluku telah berupaya agar Blok Masela bisa segera berproduksi komersial atau on stream pada Tahun 2029, dimana progres telah nyata dengan peluncuran desain teknis LNG Darat beberapa waktu lalu.

Tak hanya Blok Masela, bebe­rapa waktu lalu, Gubernur juga telah memperjuangkan adanya Blok Migas baru di Maluku dan hasilnya telah dilakukan penanda­tanganan kontrak bagi hasil Blok Migas Binaiya.

Di bidang pendidikan, Gubernur telah memerintahkan Kepala Di­nas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku untuk melakukan penataan guru di seluruh kabupaten dan kota, guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Bahkan dalam 100 hari kerjanya ini, Gubernur telah berhasil memperjuangkan perubahan status IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji yang telah disetujui Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu kebijakan penting Gubernur yang dirasakan mas­yarakat luas, yakni adanya pe­mutihan tunggakan pajak dan bea balik nama kendaraan bermotor tahun-tahun sebelumnya.

Di bidang ekonomi, kerja-kerja Gubernur telah berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi Maluku, al­hasil pertumbuhan ekonomi tri­wulan I 2025, Provinsi Maluku me­ngalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07 persen yoy diatas nasional yang tercatat 4,87 persen yoy.

Di bidang penataan birokrasi, Gubernur telah melakukan lelang terbuka pengisian jabatan pim­pinan tinggi pratama di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, yang ditargetkan akan tuntas di Juni mendatang. Namun begitu, hingga saat ini tercatat belum ada peminat yang ikut meramaikan bursa.

Walau sejumlah hal baik telah dicapai selama 100 hari kerja ini, tapi masih ada sejumlah perso­alan seperti pembayaran TPP ASN guru selama 16 bulan yang belum diselesaikan hingga saat ini.

Bahkan salah satu kebijakan Gubernur Maluku Hendrik Lewe­rissa yang menyurati Kwartir Na­sional Pramuka terkait penjad­walan ulang kegiatan Nasional Kemah Bela Negara, tingkat Na­sional tahun 2025, yang dipu­satkan di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku juga menjadi persoalan serius di 100 hari kerja Pemerintah Gu­bernur dan Wakil gubernur Maluku.

Kendati begitu Gubernur me­ngaku sejak awal dirinya bersama Wakil Gubernur tidak menetapkan target 100 kerja, sebab ketika menjadi gubernur dan wakil guber­nur untuk lima tahun bukan untuk 100 hari kerja.

Gubernur memastikan dirinya bertekad untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Maluku.

Komitmen ini disampaikan Gu­ber­nur kepada wartawan di Kantor Gubernur, Rabu (28/5). “Saya dan wakil gubernur telah bertekad un­tuk meningkatkan taraf hidup mas­yarakat Maluku dengan visi trans­formasi yang maju, adil dan sejah­tera untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucap Gubernur.

Dijelaskan, visi meningkatkan taraf hidup masyarakat Maluku tersebut telah dijabarkan melalui Sapta Cita yang merupakan misi bersama guna memajukan Maluku.

Diakuinya tantangan yang diha­dapi kedepan tentu tidaklah mu­dah, dimana krisis global turut mempengaruhi stabilitas dalam negeri yang tentunya harus disikapi dengan program yang tepat dalam menjawab tuntutan atau kepen­tingan masyarakat.

Selain itu beberapa proyek stra­tegis nasional diwilayah Maluku seperti embangunan Bendungan Wae Apo, pembangunan Ambon In­tegrated Port dan pengemba­ngan Blok Masela akan mendapat­kan perhatian gubernur ke depan.

“Pembangunan Maluku ini mem­butuhkan dukungan semua pihak karena itu mari kita bersama-sama bekerja keras untuk Maluku yang lebih baik,” tegas gubernur. (S-20)

BERITA TERKAIT