SIWALIMA.id > Berita
Malteng Membangun , Suplemen | Selasa, 8 Juli 2025 pukul 15:55 WIT
Zulkarnain Buka Rakerda KKST Malteng

BUPATI Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir membuka kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kabupaten Malteng, masa bakti (2024–2029),yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, di Baileo,Ir Soekarno Masohi, Kamis (4/7).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Paduka Yang Mulia Sultan Buton ke-41 serta Ketua Majelis Adat Kerajaan Nusantara Muna, yang kehadirannya dinilai sebagai sebuah kehormatan besar bagi masyarakat Maluku Tengah.

Bupati  menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh adat tersebut. Ia menilai kehadiran mereka merupakan simbol kuatnya ikatan sejarah, budaya, dan kekerabatan antara masyarakat Maluku, khususnya Maluku Tengah, dan Sulawesi Tenggara yang telah terjalin sejak dahulu kala.

“Kehadiran Yang Mulia adalah anugerah kehormatan bagi masyarakat Maluku Tengah. Ini mempererat hubungan kultural antara dua daerah yang telah lama hidup berdampingan dalam nilai-nilai luhur,” kata bupati.

Mengusung tema “Bersatu da­-lam Keragaman; Memperkuat Solidaritas, Berkontribusi untuk Maltebg Bangkit”, kegiatan ini dini­-lai bupati sangat relevan dengan kondisi sosial daerah. Ia meng­ana­logikan Maluku Tengah seperti pelangi yang justru menjadi indah karena perbedaan warnanya.

Zulkarnain mengajak seluruh jajaran pengurus KKST untuk menjadikan momentum ini se­-bagai titik awal penguatan kon­-tribusi nyata dalam pembangu­nan daerah, serta mempererat harmoni sosial antarsesama warga di bumi Pamahanunusa.

“Keluarga besar KKST bukan orang lain di daerah ini. Di negeri-negeri, dusun, pasar, hingga kantor-kantor, kita melihat warga Sulawesi Tenggara hidup rukun berdampingan dengan masyarakat lokal. Ini cermin dari semangat Pela-Gandong dan Masohi yang terus kita jaga,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan hara­pan agar KKST dapat menjadi mitra strategis pemerintah dae­-rah dalam memperkuat ketaha­nan sosial, memberdayakan ekonomi keluarga, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Adat Kesulta­nan Buton yang telah menganu­gerahkan Kampurui kepadanya.

“Kampurui ini bukan sekadar simbol budaya, tetapi lambang persaudaraan dan ikatan batin antara saya dan keluarga besar Sulawesi Tenggara di Maluku Tengah. Saya mengenakannya dengan rasa hormat dan bangga, bukan hanya atas nama pribadi, tapi atas nama seluruh rakyat Malteng” tuturnya. (S-17)

BERITA TERKAIT