AMBON, Siwalima.id - Persoalan keamanan lingkungan, pencegahan narkoba, hingga dugaan pelanggaran anggota kepolisian menjadi sorotan dalam dialog Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Andrias Susanto Nugroho, bersama warga Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Berbagai persoalan tersebut mengemuka dalam kegiatan Bacarita Kamtibmas yang berlangsung di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Jalan Kapten Pierre Tendean, Rabu (28/10). Pertemuan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan sekaligus meminta perhatian kepolisian terhadap persoalan yang berkembang di lingkungan mereka.
Dalam dialog tersebut, Kepala Desa Galala, Jemima A.M. Yoris, menyampaikan bahwa koordinasi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) selama ini berjalan baik. Namun, ia meminta patroli kepolisian ditingkatkan untuk mengantisipasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perkelahian, dan potensi gangguan keamanan lainnya.
Sementara itu, perwakilan warga, Frans Holland, menyoroti pentingnya keterlibatan kaum ibu dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Ia juga mempertanyakan penanganan terhadap anggota kepolisian yang diduga mengonsumsi minuman keras bersama masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolresta menegaskan bahwa kepolisian terbuka terhadap kritik dan laporan masyarakat. Dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota Polri, menurutnya, dapat dilaporkan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
"Masukan warga, termasuk permintaan peningkatan patroli, akan menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Galala, sementara anggota yang diduga turut mengkonsumsi miras kami minta warga laporkan agar kami proses," jelasnya.
Kapolresta mengatakan, komunikasi langsung dengan masyarakat diperlukan agar kepolisian dapat mengetahui persoalan di lapangan dan menentukan langkah penanganan yang tepat. "Partisipasi warga dibutuhkan untuk mencegah gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar," tandasnya.
Selain membahas persoalan keamanan, Kapolresta meng-ingatkan pentingnya menjaga kerukunan melalui nilai-nilai pela gandong. Ia juga menekankan peran keluarga, khususnya para ibu, dalam menanamkan nilai moral dan membentuk karakter anak sejak dini.
Menurutnya, pencegahan konflik harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan membangun sikap saling menghormati, kepedulian, dan kebiasaan menyelesaikan persoalan melalui dialog.
Pesan serupa disampaikan Ketua Ranting Bhayangkari Cabang Kota Ambon, Ny. Maria Andrias Susanto. Ia mengajak orang tua memberikan kasih sayang, pendidikan moral, dan penanaman nilai-nilai agama kepada anak untuk mencegah perundungan serta perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.05 WIT tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polresta Ambon, personel Polsek Sirimau, perangkat RT/RW, FKPM, serta sekitar 35 warga Desa Galala.
Melalui Bacarita Kamtibmas.
Kapolresta Ambon berharap komunikasi antara kepolisian dan masyarakat semakin terbuka. "Aspirasi warga diharapkan tidak berhenti sebagai masukan dalam forum dialog, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan patroli, memperkuat pencegahan gangguan kamtibmas, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian," tutupnya.(S-10)