SIWALIMA.id > Berita
Pemerintah Kota Ambon , Suplemen | Rabu, 19 Februari 2025 pukul 13:30 WIT
Walikota Pastikan Stok Bapok Aman Jelang Ramadhan

PENJABAT Walikota Ambon, Dominggus Kaya memastikan stok bahan kebutuhan pokok cukup menjelang bulan suci Ramadhan.

“Kita sudah melakukan rapat bersama dengan beberapa distributor dan mereka menjamin keterse­diaan bahan pokok menjelang hari besar keagamaan, dalam hal ini bulan Suci Ramadhan di tahun 2025 aman, “ungkap Penjabat Walikota Ambon saat menggelar konfrensi pers di ruang kerjanya, Senin (17/2).

Menurut Kaya, dari hasil rapat bersama dengan Bulog maupun distributor yang ada di Kota Ambon, ketersediaan bahan pokok seperti beras cukup memadai. Sebab jika dikalkulasikan, ada 1.420 Ton beras yang masih ada sehingga bisa mencukupi kebutuhan 565 Ton perbulan.

“Harga juga tetap terjangkau sekiar Rp.14.000 per kilonya. Kemudian ketersediaan untuk lima sampai 6 bulan kedepan, “tuturnya.

Selain beras, stok bawang putih dan bawang merah juga masih mencukupi untuk kebutuhan di bulan Ramadhan nanti. Selain itu bahan pokok lainnya juga dipastikan aman.

Hanya saja, lanjut Kaya, ada sedikit masalah terkait ketersediaan cabe, baik cabe rawit maupun cabe besar. Hal itu dikarenakan stok sedikit menipis.

‘Yang lain juga tidak bermasalah, hanya sedikit masalah di cabe rawit dan cabe besar karena sedikit menipis. Tapi kita sudah lakukan rapat bersama sehingga distributor bisa menjaga ketersediaanya di pasaran nanti. Untuk itu tetap diusahakan oleh distributor untuk menjaga pasokan dari dua komoditi itu, “terangnya.

Disamping itu, pemkot juga telah melakukan rapat bersama dengan lihak Pelindu untuk proses bongkar muat barang dipelabuhan. Dan mereka memastikan bahwa proses bongkar muat dilakukan selama 24 jam.

Pemkot Ambon, kata Kaya, juga telah memanggil pertamina untuk membahas ketersediaan minyak tanah namun sayangnya pertamina tidak hadir. Kendati begitu ia telah mengarahkan kepada Disperindag Kota Ambon untuk segera berkoordinasi dengan pertamina untuk memastikan ketersediaan dan distribusi minyak tanah.

“Kita panggil pertamina namun tahu kenapa mereka tidak hadir. Tapi saya sudah arahkan disperindag untuk koordinasi dengan pertamina, “tandasnya. (S-29)

BERITA TERKAIT