AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon Bodewin Wattimena memastikan, pemerintah akan segera menangani korban pertikaian yang terjadi antara warga Desa Hunuth dan warga Desa Hitu.
Hal itu disampaikan Walikota kepada nasyarakat Desa Hunuth yang melakukan pemblokiran jalan lantaran rumah mereka dibakar oleh massa dari Desa Hitu.
“Tanggungjawab pemerintah kota yaitu untuk memastikan korban yang rumahnya terbakar maupun rusak karena dibakar akan tertangani. Saya sebagai jaminannya,” ucap walikota.
Dihadapan masyarakat Hunuth saat didampingi Ketua DPRD Kota Ambon, Wakapolres, Sekot berharap, Bupati Maluku Tengah juga bisa hadir untuk membahas persoalan antara masyarakat Hitu dan Hunuth sekaligus mencari jalan keluar dan solusi secara bersama-sama, sehingga permasalahan ini tak berbuntut panjang.
“Saya tadi berharap pak Bupati Malteng juga turun. Tapi beliau tidak turun, jadi ini nanti pemerintah kota akan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku untuk sama-sama membahas hal ini,â tutur walikota.
Walikota juga memastikan, Pemkot juga akan menangani masyarakat Desa Hunuth yang mengungsi atau mengamankan diri di Negeri Lama dan Nania. Nantiya para pengungsi ini akan ditangani oleh Dinas Sosial Kota Ambon.
“Semua kita tangani yah. Pengungsi kita tangani nanti dari Dinas Sosial yang memberikan bantuan, baik berupa makanan maupun bantuan lainnya,â janji waikota.
Menurut walikota, pemicu bentrok ini terjadi, karena ada korban jiwa dari masyarakat Hitu. Hal itu akhirnya memicu adanya reaksi massa sehingga mengakibatkan peristiwa ini terjadi.
“Pemicunya adalah ada korban jiwa dari basudara dari Hitu. Karena ada korban jiwa meninggal dunia maka memicu reaksi massa,” ucap walikota.
Kendati demikian, walikota memastikan, bahwa aparat kepolsian dan TNI sudah bekerja semaksimal mungkin, sehingga bentrokan tersebut bisa diatasi.
“Aparat kepolisian dan TNI sudah mengambil langkah untuk memastikan, bahwa peristiwa ini bisa tertangani dengan baik,” tandas walikota.
Untuk itu walikota menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Ambon untuk tenang dan tidak terpancing dengan berbagai isu-isu yang beredar.
“Selaku pemerintah kota, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing. Saya juga menghimbau kepada seluruh pengguna medsos. Untuk tidak menyebarkan benita-berita yang tidak benar,” himbau waikota.
Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Edwin Pattikawa mengungkapkan, ada 17 unit rumah yang terbakar, 9 rusak karena dibongkar, 3 bengkel terbakar, 2 mebel terbakar, 3 kios terbakar dan juga kantor Desa.
“Itu data sementara yang berhasil kita himpun. Nanti kalau ada tambahan akan kita data lagi,â ucap Pattikawa.(S-29)