SIWALIMA.id > Berita
Online | Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 18:22 WIT
Walikota Dorong Musik Masuk Ekosistem Pendidikan

AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan, pengembangan musik di Kota Ambon tidak boleh hanya berorientasi pada pertunjukan dan hiburan, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi pendidikan, pembentukan karakter generasi muda, serta pembangunan kota.

Hal tersebut disampaikan walikota  saat membuka kegiatan Amboina International Music Festival (AIMF) dalam rangka memperingati 7 tahun pengukuhan Ambon sebagai UNESCO City of Music, yang diselenggarakan Ambon Music Office (AMO), di Ruang Teater Taman Budaya, Jumat (30/10).

Mengusung tema Music for Education, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran musik sebagai bagian dari sistem pendidikan, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, disiplin, dan memiliki daya saing.

“Tujuh tahun perjalanan Ambon sebagai Kota Musik Dunia merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi pemerintah dan masyarakat,” tandas walikota.

Menurutnya, pengakuan UNESCO pada 2019 serta capaian predikat Excellent dalam evaluasi pertama pada 2025, harus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan musik sebagai identitas budaya dan kekuatan pembangunan daerah.

"Musik bagi masyarakat Kota Ambon bukan hanya sekadar pertunjukan. Musik sudah menjadi tradisi yang berjalan bersama perkembangan kota, masuk dalam kehidupan keagamaan, perjumpaan antar generasi, dan menjadi identitas masyarakat Ambon dari masa ke masa," ujar walikota.

Namun, Walikota mengingatkan, musik tidak cukup hanya dipertahankan sebagai tradisi. Musik harus diwariskan, dipelajari, dan dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Karena itu, Pemerintah Kota Ambon terus berupaya memberikan ruang bagi perkembangan ekosistem musik, terutama melalui dunia pendidikan.

Ia menilai, tema Music for Education yang diangkat dalam AIMF tahun ini sangat penting, karena musik harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Melalui pendidikan musik, anak-anak tidak hanya belajar memainkan alat musik atau mengenal berbagai genre, tetapi juga dilatih membangun kreativitas, kedisiplinan, kepekaan sosial, serta menghargai kemampuan dan karya orang lain.

"Yang terpenting adalah bagaimana musik dapat memberikan manfaat nyata bagi pendidikan, generasi muda, masyarakat, dan masa depan kota ini," tegas walikota.

Walikota  menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Ambon adalah mendorong penerapan kurikulum musik di sekolah-sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP.

Ia berharap, pengembangan kurikulum tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab lingkungan sekolah, tetapi membutuhkan dukungan perguruan tinggi, komunitas seni, musisi, serta seluruh elemen masyarakat.

Dengan demikian, anak-anak di Kota Ambon dapat mengenal dan memahami berbagai jenis musik, mulai dari musik tradisional, religi hingga modern, sekaligus menjadikan musik sebagai bagian dari pembentukan nilai dan karakter diri.

"Kita perlu membangun jejaring, kerja sama, dan kolaborasi dengan seluruh pihak. Apa yang kita miliki pasti memiliki kelebihan, tetapi juga ada kekurangan. Begitu juga dengan kota-kota lain. Kelebihan masing-masing harus dibagikan dan kekurangan bisa saling dilengkapi," ucap walikota.

Walikota mengingatkan, pentingnya kesiapan kota-kota kreatif menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Untuk itu, forum ini tidak hanya membahas pengembangan musik, tetapi juga membuka peluang kerja sama di berbagai sektor lain yang dapat memperkuat pembangunan kota.

Ia berharap, seluruh rangkaian AIMF dapat menjadi ruang kolaborasi yang semakin kuat sekaligus mempertegas posisi Ambon sebagai Kota Musik Dunia yang tidak hanya dikenal melalui karya dan pertunjukan, tetapi juga kontribusinya terhadap pendidikan dan pembangunan generasi muda.(S-30)

BERITA TERKAIT