SIWALIMA.id > Berita
Online | Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 17:39 WIT
Redam Konflik Antar Desa, Wakapolres Pimpin Pengamanan TKP

SAUMLAKI, Siwalima.id - Polres Tanimbar terus berupaya  meredam potensi konflik sosial antara warga Desa Lorulun dan Desa Atubul Da, Kecamatan Wertamrian.

Langkah ini dilakukan, menyusul konsentrasi massa masyarakat Desa Lorulun yang disertai aksi penghalangan jalan dan dugaan penyerangan terhadap seorang warga Desa Atubul Da di pertigaan Desa Lorulun.

Peristiwa tersebut diduga dipicu ketidakpuasan masyarakat Desa Lorulun terhadap tindakan warga Desa Atubul Da yang menyerahkan lokasi kebun Nurkese. Sementara, pihak Desa Atubul Da mengklaim lokasi kebun tersebut sebagai milik mereka, meskipun lahan itu diketahui masih menjadi objek sengketa antara kedua desa.

Akibat ketegangan tersebut, seorang warga Desa Atubul Da dilaporkan menjadi korban penyerangan oleh sejumlah orang yang diduga berasal dari kelompok massa Desa Lorulun saat melintas di lokasi kejadian.

Korban mengalami luka pada bagian kepala dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Merespons situasi tersebut, Wakapolres Tanimbar, Kompol Wilhelmus Minanlarat, langsung memimpin personelnya turun ke tempat kejadian perkara guna mengendalikan situasi dan mencegah terjadinya aksi lanjutan.

Pengamanan dilakukan bersama personel Polsek Wertamrian yang dipimpin Kapolsek Wertamrian, Ipda Kurniawan Dwi Sandi, serta personel Koramil 1507-02 Saumlaki di bawah pimpinan Danramil, Lettu Inf. Abdul Rasid Rahakbau.

Di lokasi kejadian, wakapolres menegaskan, Polri berkomitmen menangani persoalan tersebut secara cepat, tepat dan transparan agar ketegangan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.

“Guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, kami bersama TNI dari Koramil 1507-02 Saumlaki sedang melaksanakan serangkaian langkah penanganan prediktif di lapangan,” ucap wakapolres.

Ia menjelaskan, kehadiran aparat gabungan TNI-Polri bertujuan mengendalikan situasi, mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan, serta memastikan keamanan masyarakat di wilayah Kecamatan Wertamrian tetap terjaga.

Wakapolres juga mengimbau masyarakat dari kedua desa agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang berkembang.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat, baik dari Desa Lorulun maupun Desa Atubul Da, dapat meredam emosi dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu ketegangan baru,” pinta wakapolres.

Menurutnya, pihak keluarga korban maupun masyarakat di kedua desa perlu mempercayakan penanganan kasus penyerangan tersebut kepada kepolisian, untuk itu, perlu diingatkan agar tidak ada aksi main hakim sendiri maupun tindakan balasan yang justru memperkeruh keadaan.

“Segala persoalan penyerangan fisik ini diharapkan diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk ditangani secara cepat, tepat, dan adil,” tegas wakapolres.

Terkait sengketa lahan kebun Nurkese, wakapolres minta agar persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur hukum dan pendekatan persuasif dengan melibatkan pemerintah desa serta tokoh adat dari kedua pihak.

“Persoalan sengketa lahan kebun Nurkese diharapkan diselesaikan melalui pendekatan persuasif, ketentuan hukum yang berlaku, serta melibatkan pemerintah desa dan tokoh adat, bukan dengan pengerahan massa,” tandas wakapolres.

Hingga saat ini, personel gabungan TNI-Polri masih bersiaga di lokasi konsentrasi massa untuk mengantisipasi perkembangan situasi. Pengamanan dilakukan guna mencegah terjadinya bentrokan lanjutan sekaligus memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kecamatan Wertamrian tetap kondusif.(S-26)

BERITA TERKAIT