AMBON, Siwalima.id - Ketua Yayasan Hope Worldwide Indonesia, Michael Tobing membagikan tips agar kehidupan keluarga berjalan harmonis dan aman bagi anggota Tim Penggerak PKK Kota Ambon.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kota, Senin (14/9) dihadiri Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ambon, Sartje Sapulette dan Samuel Danang Istitoro serta Yuko Istitoro sebagai narasumber.
Kedua narasumber didatangkan dari Jakarta dan dikenal sebagai pemimpin rohani di Gereja Kristus Di Indonesia (GKDI) Solo.
Sebelum kegiatan parenting dimulai, Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena bersama Ketua DWP Kota Ambon dan Ketua Yayasan Hope Worldwide Indonesia Michael Tobing menyerahkan bantuan sosial kepada orang tua anak penderita stunting.
Mengawali kegiatan, Michael Tobing mengatakan parenting menjadi hal penting dalam membangun keluarga, terutama dalam memahami kebutuhan anak serta menciptakan hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.
Menurutnya, kasih sayang tidak cukup hanya diberikan, tetapi juga perlu disampaikan dengan cara yang dapat dipahami dan dirasakan oleh penerimanya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para orang tua untuk memahami setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam menerima kasih,” jelasnya.
Untuk itu bagaimana orang tua menyampaikan kasih menjadi sesuatu yang sangat penting dalam membangun hubungan di dalam berkeluarga.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena mengatakan kegiatan parenting tersebut menjadi kesempatan penting bagi para orang tua untuk meningkatkan pemahaman dalam membangun hubungan yang harmonis bersama anak.
Menurutnya, kasih sayang, perhatian dan komunikasi yang baik merupakan hal mendasar dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan ini, ia berharap para orang tua diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para orang tua, karena melalui pemahaman tentang lima bahasa kasih, kita dapat belajar bagaimana memberikan perhatian dan kasih sayang yang sesuai dengan kebutuhan anak,” kata Lisa.
Sementara itu dalam pemaparannya, Samuel Danang Istitoro menjelaskan lima bahasa kasih, yakni kata-kata pujian, waktu berkualitas, hadiah, tindakan melayani dan sentuhan fisik.
Menurutnya, bahasa kasih merupakan cara seseorang mengekspresikan dan menerima kasih.
Pemahaman terhadap bahasa kasih penting dalam membangun komunikasi serta hubungan yang lebih baik di dalam keluarga.
“Lima bahasa kasih membantu kita memahami bagaimana seseorang merasa dicintai,” ujarnya.
Dengan memahami bahasa kasih ia berharap anak maupun pasangan, dapat memberikan perhatian dengan cara yang benar-benar dapat mereka rasakan.
Sementara itu, Yuko Istitoro menjelaskan penerapan lima bahasa kasih dalam keluarga perlu berfokus pada orang yang menerima kasih.
Menurutnya, setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan dan cara yang berbeda dalam merasakan kasih sayang.
Karena itu, penting bagi orang tua memahami kebutuhan anak dan pasangan, bukan hanya mengekspresikan kasih sesuai dengan keinginan sendiri.
“Yang menjadi fokus dalam lima bahasa kasih adalah orang yang kita kasihi. Kita perlu memahami apa yang membuat mereka merasa dicintai, sehingga kasih yang diberikan benar-benar dapat dirasakan dan diterima dengan baik,” jelasnya.(S-30)