AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, mengusulkan sejumlah program prioritas guna mendukung swasembada pangan nasional.
Penyampaian usulan ini dilakukan gubernur, saat menemui Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Bruule House, Gedung The Energy Jakarta, Senin (7/7).
Pertemuan dengan wamentan merupakan gerak cepat gubernur guna mengejar prioritas pembangunan di Maluku setelah sebelumnya bertemu dengan sejumlah kementerian terkait.
Gubernur mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen untuk mendukung penuh program swasembada pangan sebagaimana dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Swasembada pangan ini juga menjadi salah satu program prioritas kami dalam Sapta Cita Gubernur dan Wakil Gubernur,” ucap gubernur.
Gubernur menjelaskan, dalam rangka mendukung swasembada pangan, maka target luas tambah tanam padi sawah 26.250 hektar realisasi sampai dengan minggu kedua bulan Juli 10.489 hektar, sedangkan target luas tambah tanam padi Gogo 9.314 hektar realisasi 3.286 hektar.
Untuk target luas tambah tanam jagung 2.665 hektar, realisasi 984 hektar masih dalam proses sebab benih jagung masih dalam proses pengiriman ke Maluku.
“Untuk tahun 2026 mendatang, kami mengusulkan cetak sawah seluas 3.664 hektar dengan sarana irigasi sesuai aplikasi Sipuri untuk Maluku 635 hektar senilai Rp.35.000.000,” jelas gubernur.
Gubernur juga mengusulkan, kebutuhan alat mesin pertanian untuk brigade dengan rincian traktor roda 4 sebanyak 90 unit, traktor roda dua 181 unit, raistrasplenter sebanyak 75 unit, pompa air sebanyak 150 unit, kultivator sebanyak 93 unit, kombainharvestor besar sebanyak 50 unit, draiyer kapasitas 10 ton sebanyak 22 unit, RMU kapasitas 6 ton sebanyak 20 unti, RMU kapasitas 3 ton 14 unit dan cornsheeller sebanyak 30 unit.
Sedangkan untuk dukungan pengembangan komoditas unggulan perkebunan tanaman cengkeh, pala, kelapa dan kakao dalam mendukung hilirisasi, diusulkan komoditas kelapa dalam seluas 5.400 hektar dari total potensi luas lahan 114.604 hektar dengan produksi 108.000 ton/ha.
Menanggapi usulan tersebut, wamentan menyambut baik usulan gubernur dan berjanji akan merealisasikan terkait kebutuhan Maluku dalam mendukung swasembada pangan.
Wamen juga minta kepada Dinas Pertanian untuk menyiapkan Calon Petani Calon Lahan (CPCL), sedangkan untuk bantuan alat pertanian, diharapkan agar disesuaikan dengan kebutuhan real petani serta mendorong beberapa jenis alsin melalu pinjaman KUR Alsin Pertanian.
“Kami tentu mendukung rencana hilirisasi kelapa dalam di Maluku dan akan memfasilitasi investor yang akan berinveatasi pada industri pengolahan kelapa di Maluku,” janji wamentan.
Terkait dengan hilirisasi, Wamen juga menawarkan untuk dikembangkan beberapa komoditas strategis di Maluku mosalnya kakao, mete serta tanaman rempah seperti pala dan cengkeh.(S-20)