AMBON, Siwalima.id - Kelompok Tani Sumber Rejeki di Dusun Kamiri, Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon yang merupakan binaan Polda Maluku sukses budidayakan Uwi Ungu.
Panen Uwi Ungu berlangsung Selasa (15/9) dipimpin Karo SDM Polda Maluku, Kombes Dicky Irawan Kesuma bersama Wakapolresta Ambon, AKBP Nur Rahman.
Rilis Humas Polda Maluku yang diterima Rabu (16/9) menyebutkan, panen tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan Polri.
Program ini sekaligus upaya mendorong pengembangan pangan lokal untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan program ketahanan pangan tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi telah menghasilkan komoditas yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Ini menunjukkan lahan yang dikelola secara produktif, dengan pendampingan dan keterlibatan masyarakat, dapat menghasilkan pangan yang mendukung ketahanan pangan,” kata Dicky.
Ia mengaku pengembangan Uwi Ungu memiliki arti penting bagi Maluku yang memiliki beragam potensi pangan lokal.
Potensi tersebut, katanya, perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara kepolisian, kelompok tani dan masyarakat.
“Potensi pangan lokal di Maluku sangat besar. Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan yang tersedia dan mengembangkan komoditas yang sesuai dengan potensi wilayah, pintanya.
Polri juga akan terus mendukung melalui pendampingan dan kolaborasi bersama masyarakat.
Program Uwi Ungu merupakan bagian dari gerakan ketahanan pangan Polri yang dikembangkan di berbagai daerah dengan memanfaatkan lahan kosong maupun lahan produktif bersama masyarakat.
Kegiatan tersebut mencakup penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan, pendampingan hingga panen. Program itu juga diarahkan untuk mendorong diversifikasi pangan sekaligus meningkatkan pemanfaatan komoditas pangan lokal.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi mengatakan, panen Uwi Ungu menunjukkan program ketahanan pangan dapat dijalankan melalui kemitraan langsung antara Polri dan masyarakat.
“Yang penting dari program ini adalah keberlanjutannya. Kita ingin masyarakat melihat bahwa lahan yang ada dapat dimanfaatkan menjadi sumber pangan produktif,” ujarnya.
Rositah menilai pengembangan pangan lokal relevan bagi Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan karakteristik pertanian dan sumber daya pangan yang beragam. “Ketahanan pangan nasional dibangun dari daerah. Karena itu, setiap potensi pangan lokal yang dapat dikembangkan memiliki nilai strategis,” jelasnya.
Untuk itu ia mengajak masyarakat terus mengoptimalkan lahan produktif dan memperkuat kolaborasi agar pangan lokal semakin berkembang,” katanya.(S-25)