AMBON, Siwalima.id - Perayaan HUT ke-33 Gereja Kristen Reformasi Indonesia tahun ini membawa berkat tersendiri bagi Jemaat Solgaricia Kota Ambon.
Pasalnya dipuncak perayaan HUT ke-33 yang berlangsung di gedung gereja Solgracia Bentang Atas Ambon, Sabtu (31/10), jemaat ini mendapat kado terindah dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku, berupa Surat Tanda Lapor atau STL.
Penyerahan STL itu, dilakukan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kanwil Kemenag Maluku, Stepanus Tia, dan diterima oleh Ketua Badan Pelayan Jemaat GKRIA Solagracia Ambon Pendeta Lorina T Samloy, dalam acara puncak HUT GKRIA ke-33 yang digelar dalam bentuk ibadah syukur.
Kado terindah ini, menandakan bahwa jemaat GKRIA Solagracia Ambon telah miliki kepastian administrasi kelembagaan keagamaan. Kado ini merupakan bukti konkrit kehadiran negara dalam memberikan pengakuan administratif serta tertib organisasi, sekaligus mendorong pelayanan keagamaan yang lebih terarah bagi masyarakat.
Kado istimewa dari Kemenag Maluku ternyata bukan hanya penyerahan STL saja, namun kadi lain juga diberikan kepada Badan Pelayan Jemaat (BPJ) gereja tersebut berupa 21 Alkitab.
“Koda ini kami harapkan dapat perkuat kehidupan spiritual para pelayan gereja, sekaligus mendukung pertumbuhan iman Jemaat Solagracia Ambon,” ucap Kabid Bimas Kristen Kanwil Agama Maluku Stepanus Tia saat penyerahan kedua kado itu.
Sebelumnya dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-33 GKRIA di Jemaat Solgracia Ambon, Stepanus menegaskan, perjalanan 33 tahun GKRIA Solagracia merupakan perjalanan panjang yang patut disyukuri.
Keberadaan gereja hingga saat ini, bukan semata-mata karena kekuatan manusia, melainkan karena anugerah Tuhan.
“Gereja ini ada sampai dengan saat ini, maka itu bukan karena kuat dan gagah jemaat maupun gembalanya, namun karena anugerah Tuhan,” ucap Stepanus.
Ia mengaku, usia gereja yang semakin bertambah harus berjalan seiring dengan kedewasaan iman, kematangan organisasi, dan semakin besarnya kontribusi terhadap kehidupan masyarakat.
Perjalanan panjang selama 33 tahun gereja ini, harus menjadi modal untuk memperkuat pelayanan, membangun kebersamaan, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.
“Perayaan HUT dengan tema Bertumbuh dalam Iman, Bertambah dalam Kasih (Kolose 2:7), menjadi momentum refleksi bagi seluruh jemaat,” tandfas Stepanus.
Pertumbuhan gereja menurut Stepanus, tidak cukup diukur dari jumlah jemaat ataupun usai dari lembaga gereja itu berdiri, namun dari kualitas iman, kepedulian sosial, dan kesediaan melayani sesama.
Pasalnya, iman yang bertumbuh harus berakar kuat pada firman Tuhan, sementara kasih harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Ia juga mengingatkan agar, gereja tidak boleh hanya sibuk dengan aktivitas internal, tetapi harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi berkat bagi Kota Ambon serta Provinsi Maluku.
“Untuk itu, saya ajak seluruh jemaat agar menjadikan perjalanan 33 tahun sebagai titik awal untuk perbarui komitmen pelayanan, sebab tantangan seperti pandemi Covid-19, tekanan ekonomi, hingga dinamika perpindahan jemaat merupakan bagian dari perjalanan yang menguji keteguhan iman dan kebersamaan gereja,” pesan Stepanus.
Oleh sebab itu, Jemaat Solagracia Kota Ambon harus pegang teguh tiga komitmen di tahun pelayanan berikutnya yakni, pertama, komitmen terhadap firman Tuhan.
Dimana, jemaat didorong untuk membangun kebiasaan membaca dan memahami Alkitab setiap hari, bukan hanya ketika mengikuti ibadah Minggu, sebab firman Tuhan harus menjadi pedoman dalam mengambil keputusan dan menjalani kehidupan.
Kedua, komitmen terhadap persekutuan, dimana menjaga kebersamaan, kesetiaan beribadah, dan saling menguatkan sebagai satu tubuh Kristus sangatlah penting, sebab persekutuan gereja harus menjadi ruang untuk membangun persaudaraan, bukan tempat berkembangnya perpecahan.
Ketiga, komitmen terhadap pelayanan, dimana setiap jemaat harus mengambil bagian sesuai karunia yang dimiliki.
“Gereja membutuhkan orang-orang yang bersedia bekerja, melayani, dan memberikan kontribusi nyata, bukan sekadar menjadi penonton dalam kehidupan bergereja,” pesan Stepanus.
Ia berharap GKRIA Solagracia dapat terus membangun kemitraan dengan pemerintah dan lembaga-lembaga gereja lainnya dalam memperkuat kerukunan, mempererat persaudaraan, serta berkontribusi terhadap pembangunan kehidupan masyarakat di Maluku.
Sementara itu, Ketua Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Wilayah Maluku, Pendeta Yanes G Tity, mengajak Jemaat Solgracia Ambon untuk memaknai perjalanan pelayanan bukan sekadar sebagai catatan waktu, melainkan sebagai rangkaian anugerah Tuhan yang patut disyukuri.
“Setiap pekerjaan, doa dan harapan yang dipanjatkan jemaat ini merupakan bagian dari sejarah perjalanan iman. Bahkan, hal-hal sederhana yang terkadang tidak diperhitungkan manusia tetap memiliki makna dihadapan Tuhan,” ucap Pendeta Yanes.
Ketua BPJ Sogracia Ambon, Pendeta Lorina T Samloy pada kesempatan itu memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kanwil Kemenag Maluku atas perhatian yang diberikan melalui penyerahan STL dan bantuan 21 eksemplar Alkitab.
“Dukungan ini sebagai satu kado istimewa bagi perjalanan pelayanan GKRIA Solagracia yang memasuki usia ke-33 tahun,”
Menurut Samloy, penyerahan STL dfan penyerahan bantuan Alkitab dari kanwil kemenang Maluku ini merupakan tanda, bahwa dukungan pemerintah kepada jemaat ini.
Untuk diketahui, ibadah syukur HUT ke-33 GKRIA ini turut dihadiri, Ketua dan Sekretaris PGLII Wilayah Maluku, Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Kota Ambon, Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kemenag Kabupaten Tanimbar, Ketua Tim Lembaga dan Sistem Informasi Keagamaan Kristen, Ketua Bidang Pendidikan DWP Kanwil Kemenag Maluku, serta ASN Bidang Bimas Kristen Knawil kemenang Maluku serta Kapolsek Nusaniwe dan Ketua RT001/03 Keluarhan Nusaniwe.(S-06)