DOBO, Siwalimanews – 46 Jemaah Calon Haji merupakan yang pertama menggunakan terminal baru Bandara Rar Gwamar Kota Dobo, Kamis (15/5).
Walaupun belum mendapat instruksi dari Kementerian Perhubungan untuk melakukan peresmian namun terminal baru mulai dioperasikan.
Kepala operasional terminal bandara Dobo, Richard Kilikily saat di konfirmasi Siwalima, Kamis (15/5) membenarkan pengoperasian terminal baru tersebut
âHari ini sudah kita operasikan terminal Bandara Dobo yang baru bertepatan dengan diberangkatkan 46 JCH asal Kabupaten Kepulauan Aru,â ungkapnya.
Dikatakan, dengan dioperasikan terminal bandara yang baru bukan berarti sudah dilaksanakan peresmian.
âPeresmian terminal Bandara Dobo baru, kita sementara menunggu instruksi dari Kementerian Perhubungan dalam hal ini Ditjen Perhubungan Udara,â tambahnya.
Sebelumnya, kepala UPBU Bandara Dobo, Indriawan mengatakan peresmian terminal Bandara Dobo akan dilaksanakan bersamaan dengan peresmian terminal bandara di daerah lain, sehingga, proses ini masih menunggu agenda dari Kemenhub.
âKalau untuk pengoperasiannya sudah bisa dilakukan dan menunggu harinya saja setelah seluruh fasilitas dipindahkan dari terminal bandara yang lama ke terminal bandara yang barumâ jelasnya.
Lepas JCH
Sementara Bupati Aru, Timotius Kaidel mengaku ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang diwajibkan. Kemampuan dimaksud tidak terbatas pada kecukupan ongkos naik haji, tetapi banyak kemampuan dan persyaratan yang harus dimiliki oleh setiap jamaah seperti harus sehat secara jasmani dan juga sehat secara mental dan rohani.
âKita bersyukur karena seluruh JCH asal kabupaten Kepulauan Aru sebanyak 46 orang telah memenuhi syarat dan siap diberangkatkan menuju Tanah Suci dan Madinah untuk melaksanakan rukun Islam kelima tahun haji 1446 H,â jelasnya.
Dalam kesempatan itu ia juga meminta agar dalam , menunaikan ibadah bukanlah untuk mencari gelar haji atau agar dipuji orang lain.
Sesungguhnya ibadah haji yang dilaksanakan semata-mata untuk mencari keridhaan Allah yang maha kuasa agar kita selamat dunia dan akhirat,â katanya.
Untuk itu, ibadah hendaknya bermuara pada meningkatnya ketaqwaan dan terjadinya perubahan perilaku, tidak hanya baik bagi diri sendiri, tetapi juga perubahan perilaku yang bermanfaat untuk orang lain, daerah, Negara.
âInsya allah menjadi haji yang mabrur,â ungkapnya.
Pada kesempatan itu ia juga berpesan kepada seluruh JCH selalu menjaga kesehatan, berikhtiar lah untuk tidak boleh sakit agar kondisi fisik dan mental selalu prima dalam melaksanakan rukun dan syarat haji.
âDiharapkan seluruh jemaah selalu berkomunikasi dengan petugas medis jika mengalami gangguan kesehatan,â pintanya.
Selain itu, lupakan dulu persoalan duniawi mulai dari keberangkatan sampai meninggalkan tanah suci dan selalu khusyuk dalam beribadah. Kemudian tinggalkan semua pikiran tentang keluarga, harta dan permasalahan lainnya.
âTeguhkan hati untuk selalu mengingat Allah, karena sesungguhnya yang dituju dalam ibadah haji hanyalah Allah bukan yang lainnya,â pesannya.
Dirinya juga berharap jamaah saat berada di tanah suci Mekkah, senantiasa mendoakan daerah dan masyarakat kabupaten Kepulauan Aru, agar senantiasa dilimpahi rahmat dan keberkahan hidup oleh Allah SWT. (S-11)