AMBON, Siwalimanews – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku memastikan, akan mengevaluasi Kepala SMKN 3 Ambon Nur Sopaheluwakan.
Tindakan evaluasi dilakukan sebagai imbas dari peristiwa tawuran antar siswa SMK 3 yang menimbulkan bentrok antar warga Desa Hunuth dan Desa Hitu, Selasa (19/8) kemarin.
Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku James Leiwakabessy pasca kejadian tersebut mengaku, pihaknya telah meminta penjelasan dari Kepala SMK 3 bahwa, kejadian tawuran tersebut terjadi agak jauh dari lingkungan sekolah.
“Memang selama ini para guru selalu mengawasi para siswa, tapi memang kemarin itu kecolongan karena tawuran itu jauh dari lingkungan sekolah. Kejadian itu sangat disayangkan,” ucap Leiwakabessy kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Rabu (20/8).
Setelah pihak sekolah mengetahui adanya kejadian itu, kata Lewakabessy, kepsek dan para guru mengantar korban ke RS Otto Kuyk, namun tidak tertolong.
Kendati begitu Leiwakabessy menyayangkan peristiwa tawuran antar siswa yang terjadi di SMK 3 Ambon, yang berujung dengan peristiwa bentrokan antar dua kelompok masyarakat di Pulau Ambon.
Padahal pada, Kamis (14/8) lalu, pihaknya telah mengumpulkan seluruh kepala sekolah di Pulau Ambon guna membicarakan fenomena tawuran antar siswa yang terjadi belakangan ini. Bahkan dalam pertemuan tersebut, baik dinas pendidikan maupun para kepala sekolah telah berkomitmen untuk mengawasi dan mengendalikan siswa, baik saat jam masuk maupun pulang sekolah guna meminimalisir potensi tawuran.
“Kepala sekolah punya tugas untuk pengawasan dan pengendalian terhadap siswa baik jam masuk dan pulang sekolah, sehingga apabila ada tawuran, maka konsekuensinya kepala sekolah dievaluasi. Kita tidak main-main,” beber Leiwakabessy.
Menurutnya, tanggung jawab pembimbingan tidak dapat dilepaskan ke pihak lain selama sekolah masih mampu menyelesaikan, namun jika tidak mampu, maka mestinya pihak sekolah melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk sama-sama menciptakan suasana aman, khususnya pada titik kumpul tertentu yang memicu terjadinya konflik antar pelajar.
Untuk itu ia memastikan, pihaknya akan memanggil Kepala SMK 3 guna memberikan pertangung jawaban terhadap persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi.
“Terhadap Kepala SMK 3 akan kita dievaluasi karena itu sudah komitmen kita bersama, artinya apabila terjadi tawuran, maka kita akan evaluasi. Besok kita panggil kepsek untuk bertangungjawab,” janji Leiwakabessy.(S-20)