PIRU, Siwalimanews – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meminta kepada pemerintah untuk membatalkan hasil seleksi calon paskibra tingkat Kabupaten Seram Bagian Barat dan diseleksi ulang.
Hal ini karena dicurigai ada permainan licik panitia seleksi penerimaan calon paskibra dengan meloloskan calon tertentu yang diduga merupakan titipan bahkan ada yang memiliki riwayat penyakit.
Penerimaan calon Paskibra tingkat Kabupaten SBB kini menjadi sorotan karena ada kejanggalan bahkan terkesan ada kepentingan di dalamnya.
Bupati, anggota DPRD sampai dengan polisi diduga dicakut untuk meloloskan calon Paskibra tertentu.
Menuai protes dari berbagai kalangan, anggota DPRD SBB Fraksi PDI Perjuangan Anwar Tiha angkat suara.
Menurutnya, proses rekrutmen calon anggota Paskibra yang sudah ditetapkan panitia seleksi perlu dibatalkan.
âPerlu dilakukan seleksi ulang berdasarkan rangking bukan titipan dan yang mengalami masalah kesehatan jasmani,â tegasnya.
Ia mengaku seleksi calon Paskibra yang diduga kuat ada kolusi, nepotisme dan diskriminasi seharusnya dievaluasi pemerintah daerah.
âSaya curiga, jangan-jangan yang rangking tertinggi bisa saja dieliminir dengan alasan mengada-ngada untuk meloloskan nama-nama calon yang dititipkan ke panitia seleksi,â kesalnya âSeharusnya Bupati SBB Asri Arman serius melihat ini dan evaluasi semua prosesnya, kenapa bisa terjadi seperti begini,â tanya Anwar.
Untuk itu ia akan berkoordinasi fraksi PDI Perjuangan untuk menyampaikan persoalan ini kepada Ketua Komisi I agar dapat memanggil pihak-pihak terkait.
âSaya sangat kecewa dengan kebijakan panitia atas seleksi Paskibra tingkat kabupaten, yang diduga ada diskriminasi terhadap anak-anak yang berprestasi,â ungkapnya.
Ia juga menduga pastinya ada indikasi permainan kotor yang dilakukan panitia, sehingga titipan dari orang-orang tersebut bisa berjalan lurus.
Pemkab Benarkan
Diberitakan sebelumnya, seleksi calon anggota Paskibra tingkat Kabupaten Seram Bagian Barat diduga sarat kepentingan bahkan ada unsur nepotisme.
Dari 32 orang yang lolos ternyata ada sekian nama merupakan titipan dari bupati, anggota polisi, anggota DPRD dan orang tertentu,â ujar Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia Darto Albana kepada Siwalima di Kota Piru, Kamis (24/4).
Selain titipan, ada calon Paskibra yang dinyatakan lolos juga tidak memenuhi persyaratan fisik.
âAda yang kakinya dan tangan bermasalah, serta ada memiliki riwayat asma,â ungkapnya.
Menurutnya, proses seleksi juga dilakukan secara diam-diam tanpa diketahui publik.
âKejadian ini menimbulkan kecurigaan masyarakat adanya permainan kotor dan manipulasi data dalam proses seleksi Paskibra,â ungkapnya.
Untuk itu ia berharap pihak berwenang dapat menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam pemilihan peserta Paskibra.
Atas persoalan ini ia meminta, kepada Bupati Asri Arman untuk melihat persoalan ini.
Pasang Badan
Ditempat terpisah Kepala Kesbangol A. Tubaka yang konfirmasi Siwalima di ruang kerjanya membantah semua tudingan kepada pemerintah.
Ia menyebut seleksi calon Paskibra sudah melalui mekanisme dan tahapan.
âMereka yang dipanggil sesuai dengan nilai tertinggi dan 4 orang yang gugur disiapkan untuk cadangan,â ungkapnya.
Saat disinggung menyangkut ada siswa yang mengalami riwayat asma dan fisiknya kurang normal, ia tidak tahu.
âKalau sampai di sisi teknis saya tidak tahu. Sebab seleksi ini dikawal ketat TNI, Polri dan juga kesehatan,â jelasnya.
Sedangkan untuk titipan nama dari bupati dan pihak lain ia menyangkal dan mengaku itu tidak betul.
âApabila posisi bapak seperti beta (saya) sebagai bawahan bupati misalnya. Kalau ada titipan bupati lalu ale pung beban bagaimana, yang penting mereka ikut persyaratan tahapan seleksi,â tandasnya.(S-18)