AMBON, Siwalima.id - Perumdam Tirta Yapono menargetkan pembangunan sekitar 10 sumur baru hingga tahun 2027 untuk mengatasi krisis air bersih di sejumlah wilayah Kota Ambon.
Dari jumlah tersebut, 6 sampai 7 sumur ditargetkan dibangun hingga akhir 2026 sedangkan sisanya dibangun di tahun depan.
Pelaksana Tugas Direktur Perumda Tirta Yapono Ambon, Pieter Saimima, mengatakan pembangunan ini menjadi langkah penting agar persoalan krisis air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.
“Kami tidak ingin setiap kali terjadi kemarau, persoalan yang sama kembali muncul. Karena itu, sumber air alternatif harus disiapkan dan masalah ini harus diselesaikan,” tegas Pieter kepada Siwalima di ruang kerjanya, Rabu (28/10).
Salah satu wilayah yang men-jadi prioritas penanganan adalah di wilayah Kelurahan Kudamati, tepatnya di RT 05/RW 06.
Pengembangan jaringan air bersih di kawasan tersebut direncanakan akan diresmikan walikota pada Minggu pertama bulan November.
Di wilayah tersebut ada 56 KK telah mendaftar untuk memperoleh sambungan air bersih dan 16 KK diantaranya telah menyelesaikan administrasi. “Pada saat peresmian, kami optimistis jumlah pelanggan yang sudah menyelesaikan administrasi bisa bertambah hingga lebih dari 20 KK,” ujarnya.
Selain itu, pengembangan jaringan tersebut diharapkan menjawab kebutuhan warga yang selama bertahun-tahun belum menikmati layanan air bersih secara memadai.
Warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga untuk menjawab itu, ia memastikan persoalan itu segera teratasi.
Perumda Tirta Yapono menargetkan penanganan persoalan pelayanan air bersih di Kudamati dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026 dan awal 2027.
Selain Kudamati, Perumda juga menyiapkan pembangunan sumur dalam untuk meningkatkan kapasitas pasokan air di kawasan Wainitu dan sekitarnya.
Saat ini, satu sumur dalam telah berfungsi, sementara sumur berikutnya direncanakan rampung pada November.
Keberadaan sumur baru itu diharapkan memperkuat pasokan air bagi pelanggan di Wainitu, OSM, Gudang Arang hingga Air Salobar.
“Pengoperasian pompa dan distribusi air akan diatur secara bergiliran sesuai kebutuhan pelayanan,” jelasnya.
Perumda Tirta Yapono juga berkoordinasi dengan Dinas PU Kota Ambon untuk pembangunan bak penampung berkapasitas 125 meter kubik pada 2027.
Bak penampung tersebut direncanakan mendukung distribusi air bersih bagi warga yang bermukim di kawasan belakang TVRI, Gunung Nona.
“Kalau semua rencana ini berjalan sesuai target, pada 2027 seluruh titik yang selama ini menjadi pekerjaan rumah kami bisa dituntaskan,” katanya.
Saimima menyebutkan, sejumlah wilayah yang masuk dalam rencana penanganan antara lain Kesia, kawasan sekitar Puncak Wara, Kudamati Atas, Lorong Batako, Lorong Kamiri, RT 05/RW 05 Siwang, serta kawasan belakang TPRI.
Setelah pekerjaan di Wainitu, pengembangan berikutnya direncanakan menyasar Halong Baru, Halong Atas, kawasan Kusu-Kusu Sereh dan wilayah lain yang membutuhkan tambahan pasokan air bersih.
Pembangunan sumur dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan serta kondisi sumber air di setiap wilayah. Sumur-sumur baru diharapkan dapat menyuplai air ke instalasi pengolahan dan jaringan distribusi yang tersedia.
Selain perluasan jaringan di Kudamati, Perumda mempersiapkan pengoperasian sumur di kawasan Pertamina untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat. Saat ini, sumur tersebut masih menjalani tahap uji coba dan pembersihan sebelum dioperasikan.
“Apabila seluruh persiapan berjalan lancar, peresmian pengembangan jaringan di Kudamati dan fasilitas sumur di kawasan Pertamina direncanakan berlangsung dalam satu rangkaian,” tegasnya.
Dirinya berharap berharap pembangunan sumur dan perluasan jaringan dapat berjalan sesuai jadwal, sehingga warga di wilayah yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih bisa menikmati pelayanan yang lebih baik.(S-30)