SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Senin, 14 September 2026 pukul 13:36 WIT
Zulkarnain Sebut Jadi ASN Bukan Akhir Perjuangan

MASOHI, Siwalima.id - Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir menegaskan peserta pelatihan dasar CPNS agar tidak menganggap kelulusan sebagai ASN akhir dari perjuangan.

“Status tersebut membawa tanggung jawab yang lebih besar karena ASN bekerja untuk kepentingan masyarakat,” terang Zulkarnain ketika membuka latsar CPNS Golongan III dan Golongan II di lingkup Pemkab Malteng, Jumat (11/9).

Menurutnya, seorang CPNS harus memiliki disiplin, integritas dan orientasi pelayanan sebagai modal utama menjadi ASN.

Penegasan itu disampaikan Zulkarnain saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Angkatan 40-43 dan Golongan II Angkatan 17-18 lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2026, Jumat (11/9).

Menurutnya, Latsar bukan sekadar tahapan formal untuk mendapatkan sertifikat, tetapi menjadi proses pembentukan karakter dan kompetensi CPNS sebelum menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Latsar ini bukan sekadar formalitas. Bukan hanya supaya nanti dapat sertifikat, lalu selesai. Ini adalah proses untuk membentuk karakter, kompetensi, disiplin, integritas dan jiwa pengabdian saudara sebagai calon aparatur negara,” tegasnya.

Dirinya mengingatkan tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah terus meningkat. Pemerintah dituntut hadir dan mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi.

Karena itu, CPNS diminta membangun kebiasaan bekerja secara disiplin, loyal, berintegritas serta terus meningkatkan kompetensi melalui proses belajar.

“Masyarakat kita sekarang semakin kritis. Ketika mereka membutuhkan pelayanan pemerintah, pemerintah harus hadir dan memberikan solusi,” ujarnya.

Untuk itu peserta untuk memahami menjadi ASN berarti memilih jalan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup. ASN harus memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai pelayanan publik.

Seluruh peserta diminta tetap mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan serius dan penuh tanggung jawab. Sistem daring, kata dia, tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan disiplin. “Daring itu bukan berarti santai,” tegasnya.

Selain itu peserta diminta hadir tepat waktu, mengikuti seluruh materi, mengerjakan tugas dan aktif dalam proses pembelajaran.

“Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia akan melakukan monitoring dan evaluasi secara serius terhadap peserta,” tegasnya.

Bagi peserta yang tidak disiplin atau tidak mengikuti proses pembelajaran sebagaimana mestinya, harus diberikan evaluasi sesuai ketentuan.

“Jangan dipaksakan lulus,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan CPNS untuk menjadikan nilai dasar ASN berakhlak sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas.

“Kalau masyarakat datang, layani dengan baik. Kalau masyarakat bertanya, jawab dengan sopan. Kalau ada persoalan, cepat cari dan temukan solusinya,” pesannya.

Menurutnya, ASN merupakan wajah pemerintah. Pelayanan yang ramah, cepat, disiplin dan mampu memberikan solusi akan membuat masyarakat merasakan kehadiran pemerintah.

Sebaliknya, pelayanan yang lambat dan tidak peduli akan ber­-dampak terhadap kepercayaan mas-yarakat kepada pemerintah. (S-17)

BERITA TERKAIT