AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, minta Forum Kerukunan Umat Beragama memperkuat perannya dalam menjaga kerukunan dan membangun toleransi antar umat beragama di Kota Ambon.
Permintaan itu disampaikan walikota kepada Siwalima.id, usai Rapat Koordinasi Forkopimda Kota Ambon bersama FKUB di Balai Kota, Rabu (16/9)
Rapat koordinasi tersebut menurut walikota, digelar untuk menyatukan langkah dan memperkuat tugas serta tanggung jawab masing-masing pihak dalam menjaga kondisi Kota Ambon.
“Jadi kegiatan yang kita lakukan sebenarnya untuk kembali membangun semangat kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Apa yang mesti pemkot lakukan, Forkopimda lakukan, FKUB lakukan, kita lakukan untuk kebaikan kota ini,” ucap walikota.
Walikota juga minta, FKUB memainkan peran penting dalam membangun rasa kebersamaan dan merajut harmoni di tengah masyarakat.
Pasalnya, tokoh agama yang tergabung dalam FKUB, memiliki posisi strategis untuk mengedukasi umat mengenai pentingnya toleransi dan menjaga kebersamaan.
Pesan tersebut, dapat disampaikan melalui khotbah Jumat, ibadah Minggu, maupun kegiatan ibadah umat Hindu dan Buddha.
“Saya yakin kalau ini dilakukan, bisa muncul kesadaran kolektif dari masyarakat Kota Ambon untuk saling menjaga,” tutur walikota.
Walikota mengingatkan masyarakat, agar tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya melalui media sosial.
Hal ini dikarenakan, kecepatan penyebaran informasi di media sosial dapat berdampak terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama ketika informasi yang beredar menyangkut isu yang sensitif.
“Begitu pun dengan masyarakat di medsos, jangan sebarkan berita-berita hoaks yang belum tentu kebenarannya, karena akan mengganggu situasi kamtibmas. Informasi di medsos ini cepat sekali,” ucap walikota.
Menurut walikota, dalam situasi yang sensitif, informasi yang tidak lengkap atau tidak terverifikasi dapat memperkeruh keadaan. Upaya menjaga keamanan, tidak boleh hanya dilakukan setelah konflik terjadi, untuk itu, harus ada langkah pencegahan yang sistematis dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Kita inginkan upaya yang sistematis supaya tidak terjadi konflik. Bukan seperti pemadam kebakaran, sudah terjadi baru kita turun,” tandas walikota.
Ia juga menyebut, unsur TNI, Polri, BIN, pemda, FKUB, tokoh agama, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga kondisi keamanan dan mencegah persoalan berkembang menjadi konflik.
Upaya memperkuat toleransi dan perdamaian, telah dilakukan Pemkot Ambon bersama sejumlah pihak, termasuk Kementerian Agama dan FKUB. Selain memperkuat peran tokoh agama, peningkatan edukasi perdamaian di kalangan generasi muda juga perlu didorong.
“Agen-agen perdamaian diminta turun ke sekolah memberikan pemahaman kepada para siswa dan guru mengenai toleransi, kebersamaan, serta pentingnya menjaga kehidupan sosial yang harmonis,” imbuh walikota.
Walikota menilai, generasi muda merupakan bagian penting dalam menentukan keberlanjutan Kota Ambon ke depan, sehingga persoalan sosial seperti narkoba dan minuman keras perlu menjadi perhatian bersama.
Masyarakat harus memahami, bahwa kehidupan di Kota Ambon dibangun dalam kebersamaan, sehingga setiap persoalan harus diselesaikan dengan cara damai dan tidak menggunakan kekerasan.(S-30)