AMBON, Siwalima.id – Persatuan Masyarakat Leawaka (Pusaka) Haria menggelar Musyawarah Besar (Mubes) IV yang berlangsung di Zest Hotel Ambon, Sabtu (24/10).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, mengevaluasi perjalanan organisasi, serta mempersiapkan kepemimpinan baru yang mampu membawa Pusaka Haria semakin maju.
Mubes IV mengusung tema Sapa Angka Pusaka, Pusaka Angka Dia. Sapa Lia Pusaka, Pusaka Lia Dia. Tema tersebut, menekankan pentingnya rasa memiliki, kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
Ketua Panitia Mubes IV Pusaka Haria, Herry Manuhuttu mengatakan, Pusaka Haria merupakan rumah besar bagi seluruh anak negeri Haria dimana pun mereka berada. Organisasi tersebut bukan hanya milik pengurus atau kelompok tertentu, melainkan milik bersama yang harus dijaga dan dikembangkan.
Sementara itu, Plt Ketua Umum Pengurus Besar Pusaka Haria, MA Latupeirissa menegaskan, musyawarah besar bukan sekadar forum pergantian kepengurusan. Mubes juga menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperbaiki kekurangan, dan menyatukan langkah demi masa depan bersama.
“Jabatan bukanlah kesempatan untuk dilayani, melainkan tanggung jawab untuk melayani,” ucap Latupeirissa.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengutamakan kepentingan bersama, menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah, serta memilih pemimpin yang amanah, terbuka terhadap kritik dan mampu merangkul seluruh elemen organisasi.
Latupeirissa turut mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar dalam organisasi, menyampaikan gagasan, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menjadi bagian dari kepemimpinan Pusaka Haria tanpa meninggalkan nilai-nilai persaudaraan yang diwariskan para pendahulu.
Menurut dia, keberhasilan Mubes tidak hanya ditentukan oleh keputusan yang dihasilkan dalam persidangan, tetapi juga oleh kesungguhan seluruh anggota dalam melaksanakan keputusan tersebut.
Melalui Mubes IV, keluarga besar Pusaka Haria diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pengurus besar, ketua rayon, dan anggota, sekaligus menghasilkan program kerja yang bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat.
Semangat “Sapa Angka Pusaka, Pusaka Angka Dia. Sapa Lia Pusaka, Pusaka Lia Dia” diharapkan terus menjadi landasan untuk merawat persaudaraan, memperkuat pengabdian, dan menjaga Pusaka Haria sebagai rumah bersama bagi generasi sekarang maupun mendatang.
Dikesempatan yang sama, Kepala Pemerintah Negeri Haria, NJ Sahuleka menambahkan, Pusaka Haria merupakan rumah bersama yang dibangun oleh para pendahulu melalui perjuangan dan pengorbanan.
“Pusaka Haria merupakan rumah besar bagi kita, anak-anak keluarga Amapatty di Tanah Tanaran. Rumah ini dibangun oleh para pendahulu dan senior kita dengan tetesan keringat dan air mata,” ujar Sahuleka.
Menurut dia, keberadaan Pusaka menjadi bukti komitmen keluarga besar untuk terus berkumpul, bersatu, dan bekerja bersama membangun Negeri Haria.
Sahuleka berharap, tema Mubes IV tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam program nyata yang mampu menjawab tantangan pembangunan, baik di tingkat nasional, daerah, kecamatan, maupun negeri.
Ia juga menyoroti agenda pemilihan ketua baru yang akan memimpin Pusaka Haria selama lima tahun ke depan. Pemerintah Negeri Haria, menghormati hak seluruh peserta untuk menentukan pemimpin organisasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Namun, ia mengingatkan agar pemilihan tersebut mengutamakan sosok yang memiliki komitmen pengabdian dan mampu menjaga persatuan.
“Untuk menjaga dan merawat Pusaka Haria sebagai rumah bersama, kita harus memilih pemimpin yang memiliki hati untuk melayani. Seorang pemimpin yang dapat menjadi pelindung, menjadi tempat bernaung, serta memiliki kekuatan untuk merangkul dan mempersatukan seluruh warga Pusaka,” tandasnya.
Sahuleka berharap, kepemimpinan baru nantinya mampu membawa Pusaka berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi Negeri Haria dan keluarga besar Leawaka Amepati.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pengurus Pusaka yang akan mengakhiri masa tugasnya atas pengabdian yang telah diberikan bagi keberlangsungan organisasi dan persatuan keluarga besar Amapatty.(S-30)