AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, meminta BPBD membeli mobil pengolah air laut menjadi tawar (mobil water treatment) atau mobil desalinasi.
Keberadaan mobil water treatment perlu dimiliki guna mengatasi krisis air bersih yang disebabkan oleh kemarau berkepanjangan seperti yang terjadi saat ini. “Kalau kita harus beli, ya kita beli untuk mengantisipasi,” jelas Wattimena di Balai Kota, Kamis (5/11).
Dirinya mengaku langkah ini disiapkan pemerintah untuk menghadapi kemungkinan memburuknya ketersediaan air bersih, bukan sekadar menyampaikan persoalan kepada masyarakat.
“Saya cuma menyampaikan begini, hati-hati karena kemarau berkepanjangan ini, pada saatnya akan berdampak pada menurunnya debit air. Nah, apa yang kita lakukan terhadap masalah ini?” katanya.
Untuk itu Ia mengaku telah meminta BPBD mencari informasi terkait mobil yang dilengkapi teknologi untuk mengolah air laut menjadi tawar, termasuk memperhitungkan harga pengadaannya.
Menurutnya, jika teknologi tersebut dinilai dibutuhkan untuk mengantisipasi krisis air bersih, pemkot siap mempertimbangkan pembeliannya.
Pemkot Ambon saat ini juga terus melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan pasokan air. Namun, ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak hanya menyampaikan keluhan maupun persoalan yang dihadapi masyarakat.
Setiap persoalan harus diikuti dengan solusi dan langkah penanganan yang jelas. Yang masyarakat inginkan bukan keluhan, bukan hanya menyampaikan masalah kepada mereka,” janjinya.
Selain persoalan krisis air bersih, dirinya turut menyinggung polemik pengelolaan dan kepemilikan Perumda Tirta Yapono yang berkaitan dengan PT DSA.
Ia meminta masyarakat menilai kinerja pengelolaan pelayanan air bersih di Kota Ambon secara objektif berdasarkan kondisi dan fakta yang sebenarnya.
Penilaian terhadap pengelolaan perusahaan tidak boleh hanya didasarkan pada polemik yang sedang berlangsung.
“Kalau pengelolaannya tidak baik, bilang tidak baik. Kalau bagus, bilang bagus. Kita harus objektif,” katanya.
Pada kesempatan itu dirinya menjelaskan terkait berproses menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan PT DSA.
Ia berharap polemik antara Perumda Tirta Yapono dan PT DSA segera menemukan titik terang agar pemerintah dapat melakukan penataan pelayanan air bersih secara lebih baik.
“Mudah-mudahan dengan pertolongan Tuhan akan ada titik terang terkait persoalan antara Perumda Tirta Yapono dengan PT DSA. Di situlah baru kita bisa menata air bersih Kota Ambon dengan baik,” harapnya.(S-30)