SIWALIMA.id > Berita
Online | Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 18:37 WIT
Unpatti Jadi Salah Satu Klaster Tes TUNAS 2026

AMBON, Siwalima.id - Universitas Pattimura Ambon, menjadi salah satu klaster pelaksanaan tes Talenta Unggul Nasional (TUNAS) 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di wilayah Indonesia Timur.

Tes secara luring di klaster Unpatti berlangsung, Selasa (29/9) yang dipusatkan di Gedung Registrasi Unpatti.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Unpatti Nur Aida Kubangun, menjelaskan, sebanyak 892 lulusan Unpatti dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,50 masuk dalam penjaringan awal program TUNAS berdasarkan data yang ada pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 345 lulusan mendapatkan undangan untuk mengikuti tes melalui klaster Unpatti.

“Sebanyak 316 peserta mengikuti tes di Unpatti, sementara peserta lainnya memilih lokasi tes yang lebih dekat dengan tempat tinggal masing-masing,” jelas Nurdalam rilis Humas Unpatti yang diterima redaksi Siwalima.id, Jumat (2/10).

Ia berharap, lulusan Unpatti yang mengikuti TUNAS dapat memperoleh kesempatan untuk dikembangkan dan diberdayakan sesuai kompetensi serta kebutuhan sumber daya manusia di bidang strategis nasional.

Koordinator TUNAS Unpatti, Prof Natelda Timisela menambahkan. pelaksanaan tes luring TUNAS berlangsung pada 28-30 September 2026 di sejumlah klaster di Indonesia.

Menurutnya, seluruh peserta mengerjakan materi tes yang sama, yakni Adversity Quotient (AQ) serta Spirit and Grit.

“Program TUNAS saat ini berada pada tahap pelaksanaan tes secara luring. Untuk Unpatti pelaksanaannya berlangsung pada 29 September 2026,” beber Natelda.

Peserta TUNAS kata dia, mendapatkan undangan resmi melalui email atau WhatsApp berdasarkan hasil kurasi data PD Dikti dan seluruh proses seleksi TUNAS tidak dipungut biaya.

Pasalnya, TUNAS bukan merupakan program Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun jalur pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN). Program ini merupakan bagian dari pemetaan talenta untuk menyesuaikan kebutuhan SDM dengan delapan bidang strategis nasional.

“Delapan bidang tersebut meliputi, pangan, kesehatan, energi, hilirisasi dan industrialisasi, kecerdasan artifisial (AI) dan semi konduktor, material canggih dan manufaktur, pertahanan, serta maritim,” urai Natelda.

Program TUNAS kata Natelda, menargetkan penjaringan sebanyak 51.128 lulusan sarjana terbaik dari 50 program studi prioritas.

Para lulusan tersebut ditargetkan masuk dalam database Talenta Unggul Nasional yang selanjutnya dapat menjadi bagian dari proses pemetaan dan pengembangan SDM sesuai kebutuhan nasional.

“Kami berharap para lulusan terbaik yang mengikuti program TUNAS dapat memperoleh kesempatan untuk dikembangkan sesuai kompetensi dan kebutuhan pada bidang-bidang strategis nasional,” harap Natelda.(S-25)

BERITA TERKAIT